Berita Regional

Dua Jaksa di Kejati DKI Jakarta Bakal Dicopot, Kejagung Temukan Bukti Kasus Pemerasan Rp 1 Miliar

Kedua jaksa tersebut, bakal diberhentikan karena terbukti terlibat kasus pemerasan Rp 1 Miliar tersebut.

Dua Jaksa di Kejati DKI Jakarta Bakal Dicopot, Kejagung Temukan Bukti Kasus Pemerasan Rp 1 Miliar
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Jaksa Agung, ST Burhanuddin sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Dua oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta terancam dicopot dari jabatannya sebagai jaksa oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

 Kedua jaksa tersebut, bakal diberhentikan karena terbukti terlibat kasus pemerasan Rp 1 Miliar tersebut.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan, proses pemberhentian dua oknum tersebut tengah diproses oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan ( Jamwas).

"Lagi diproses oleh Jamwas, karena ini nanti akan berjalan teknis," ujar Burhanuddin di gedung Badan Diklat Kejaksaan RI, Jakarta, Senin (9/12/2019).

ST Burhanuddin mengatakan, pihaknya sejauh ini telah mengantongi barang bukti hasil pemerasan berupa bukti transfer dan uang sebesar Rp 50 juta.

Timnas U-23 Indonesia vs Vietnam : Link Live Streaming RCTI, Jadwal, Head to Head & Statistik

Dipercaya Pertanda Tidak Baik, Orang Tua Banjar Melarang Anak Keluar Rumah saat Sanja Kuning

Apple Rilis Daftar Game dan Aplikasi Terbaik 2019, YouTube Posisi Teratas Kategori ini

Jasad Mr X yang Diduga Overdosis Dimasukkan Lemari Pendingin Kamar Mayat RSUD Idaman Banjarbaru

"Sekarang di tahap penyidikan," kata ST Burhanuddin.

Sebelumnya, tim gabungan dari Jaksa Agung Muda Pengawasan (tim Saber Pungli) dan tim Jaksa Agung Muda Intelijen menangkap dua oknum jaksa dan seorang pihak swasta terkait dugaan pemerasan, Senin (2/12/2019) sore.

Dua oknum jaksa tersebut yaitu Kasi Penyidikan pada Aspidsus Kejati DKI berinisial YRM serta Kasubsi Tipikor dan TPPU pada Aspidsus Kejati DKI berinisial FYP.

Kemudian, pihak swasta yang diamankan berinisial CH. Namun, tak dirinci penangkapan dilakukan di mana.

"Mereka diduga telah melakukan pemerasan terhadap mantan manajer PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari (Persero) M Yusuf selaku pelapor mengaku telah menyerahkan uang sejumlah Rp 1 miliar," ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Mukri melalui keterangan tertulis, Selasa (3/12/2019).

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved