Mitos di Masyarakat Banjar

Hindarkan Anak dari Sawan, Masyarakat Banjar Percaya Pakaikan Gelang Ini

Sawan itu ada beberapa jenis dan yang biasa terjadi adalah sawan mayit dan sawan pengantin.

Hindarkan Anak dari Sawan, Masyarakat Banjar Percaya Pakaikan Gelang Ini
istimewa
Lawan itu ada beberapa jenis dan yang biasa terjadi adalah sawan mayit dan sawan pengantin. 

BANJARMASINPOST CO.ID - Ada anak kecil yang tengah terlelap tiba-tiba menangis, rewel tanpa sebab yang jelas dan mengalami perubahan perilaku yang tidak seperti biasanya.

Dalam tradisi Banjar kejadian di atas disebut sawan. Sawan ini juga bisa menghampiri ibu yang hamil atau kita yang sudah dewasa.

Konon, sawan itu ada beberapa jenis dan yang biasa terjadi adalah sawan mayit dan sawan pengantin.

Misalnya anak bayi yang ikut menghadiri resepsi pernikahan atau pemakaman jenazah, pulangnya mulai mengalami gejala panas tinggi dan rewel.

Dilaporkan Hilang dari Rumah, Bocah Warga Desa Katingan Hulu Ditemukan Tewas Tanpa Kepala

Sebab Ali Syakieb Tak Hadiri Nikahan Citra Kirana & Rezky Aditya, Nabila Syakieb Ungkap Pesan Mantan

Status Luna Maya Akhirnya Terbongkar di Depan Raffi Ahmad & Nagita, Bukan Pacar Ryochin & Faisal!

NEWSVIDEO: Kasus Temuan Mayat Bocah Tanpa Kepala Di Katingan Hulu, Kepala Korban Ditanam di Sini

Yuliyana, warga Landasan Ulin, Banjarbaru, sawan pada bayi biasanya terjadi di usia hingga 2 tahun, ditandai sering menangis atau saat tidur tiba-tiba kaget dan menangis.

"Jadi sawan adalah suatu kondisi anak mendadak mengalami perubahan perilaku tanpa alasan jelas dan berkaitan dengan hal mistis," jelasnya.

Sebagian orang percaya karena bayi itu masih sangat sensitif terhadap mahluk astral alias mahluk gaib.

"Mengantisipasi sawan, sejak dulu orangtua mengajurkan agar anak dipasangi gelang sawan," ungkapnya.

Gelang ini tampilannya tampak etnik, dipenuhi manik-manik dan biji buah pukah. Di beberapa bagian gelang ini ada hiasannya yang sudah dirajahi tulisan-tulisan Arab.

Gelang ini juga dilengkapi seuntai liontin berupa kulit buah sawan yang sudah dibelah dua. Di tengah belahannya ada sebuah koin kecil yang dirangkai dengan tali.

Siti Maryam, warga Banjarmasin yang paham kebiasaan masyarakat, mengatakan, pemakaian gelang sawan memang sudah menjadi tradisi turun temurun.

Keluyuran di Luar pada Jam Kerja, 53 ASN Terjaring Penertiban, Ada yang Menolak Diperiksa

NEWSVIDEO: Kasus Temuan Mayat Bocah Tanpa Kepala Di Katingan Hulu, Kepala Korban Ditanam di Sini

NEWSVIDEO: Dua Pelaku Perampokan Alfamart Dibekuk, Polisi Masih Mandalami Kemungkinan ini

"Sedangkan untuk tetambanya, dibacalam doa da dipicik di persendian, supaya sawan segera hilang," pungkasnya.

Begitulah sawan. Selanjutnya adapula mitos terkait jangan bermain, melintas apalagi buang air di tempat tertentu dan mesti permisi. Mengenai kisahnya, kita lanjut pada tulisan berikutnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved