Berita Banjarmasin

Kisah Honorer yang Kini Jadi Kepala TK Berprestasi Nasional, Pernah Digaji Rp 7 Ribu Sebulan

Merantau ke Kota Banjarmasin sejak gadis dan pada 1992 itu berbekal ijazah SPG, Widyawaty menjadi guru TK. Meski dengan honor relatif kecil

Kisah Honorer yang Kini Jadi Kepala TK Berprestasi Nasional, Pernah Digaji Rp 7 Ribu Sebulan
Istimewa
Aktivitas sehari-hari Widyawaty. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Merantau ke Kota Banjarmasin sejak gadis dan pada 1992 itu berbekal ijazah SPG, Widyawaty menjadi guru TK. Meski dengan honor relatif kecil namun ia tetap menjalani profesinya.

"Sebelumnya saya tinggal di Bandung, selepas SPG (Sekolah Pendidikan Guru) saya menjadi guru honor di TK Prof Dr Mustopo," kisah wanita kelahiran Bandung 16 Oktober 1971 ini.

Pada Agustus 1992 ia diterima sebagai guru honor di TK Rajawali (sekarang TK Kartika) Banjarmasin.

Pada tahun pertama honor Rp7000 per bulan dengan peserta didik 48 anak. Saat itu ia tidak melihat nominal uangnya, sebab ia memang senang dunia anak-anak,

"Saya juga senang, sebagai anak muda dapat memberi penyegaran bagi lembaga tersebut, bahkan mendapat predikat guru favorit," jelasnya.

Pegawai Honorer di Pemko Banjarmasin Tidak Boleh Kenakan Atribut PNS Mulai Hari Ini, Ini Alasannya

Fakta Kemewahan Ari Askhara, Rumah Paling Mewah di Bali, Tapi Kalau Pulang Nginapnya di Hotel

Agnez Mo Diperlakukan Begini Kala Pulang ke Indonesia, sang Penyanyi Terima Ini di Bandara

Ia juga pernah mencoba melamar sebagai guru di TK Sabilal Muhtadin, Banjarmasin. Tapi pada 1993 itu kuota guru sudah penuh.

Widy tetap mengajar di TK Rajawali, tapi alhamdulillah ada kenaikan honor menjadi Rp25 ribu per bulan.

"Hingga 2003 saya mengajar di sana dengan honor terakhir Rp112.500 per bulan," tukasnya.

Pada 2003 saya ikut tes pengangkatan guru bantu pusat, ia lulus dengan gaji Rp460 ribu. Pada 2005 akhirnya lulus seleksi PNS.

"Sejak 1993 saya usahakan mengikuti seleksi PNS. Namun kesempatan pertama itu gagal. Coba lagi saat ada penerimaan berikutnya dan gagal lagi. Sekitar 10 kali saya mengikuti seleksi PNS, sampai akhirnya saya seolah tak percaya saat kesempatan yang kesepuluh itu akhirnya saya dinyatakan lulus!" ungkapnya bangga.

Halaman
12
Penulis: Salmah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved