Berita Banjarbaru

Mama Fery Tak Sanggup Sewa Cafe di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Berencana Pindah ke Luar

Kesibukan jelas terasa di pemilik Gerai dan toko yang ada di terminal lama Bandara Internasional Syamsudin Noor. Masing masing konter dan Gerai

Mama Fery Tak Sanggup Sewa Cafe di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Berencana Pindah ke Luar
banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Proses perpindahan ke terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor, Senin (9/12/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU -Kesibukan jelas terasa di pemilik Gerai dan toko yang ada di terminal lama Bandara Internasional Syamsudin Noor. Masing masing konter dan Gerai semua dipindah ke terminal baru. Termasuk semua instalasi semisal x Ray dan check in Counter.

Ya, per besok (hari ini) segala aktifitas keberangkatan dan kedatangan penumpang sudah mulai dilakukan di terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Dari pantauan Banjarmasinpost.co.id, loket parkir sudah dipindah ke bandara baru dan sore ketika penumpang mau parkir di terminal lama sudah menggunakan karcis manual.

"Ya untuk mesin karcis masuk dipindah ke terminal baru pak, jadi pakai manual," tandas salah satu petugas parkir.

Konter maskapai pun terpantau dipindah ke areal baru. Termasuk loket dan menu tenan komersial.

Pegawai Honorer di Pemko Banjarmasin Tidak Boleh Kenakan Atribut PNS Mulai Hari Ini, Ini Alasannya

BERLANGSUNG! Link Streaming Online RCTI Indonesian Idol 2019 Top 12 Spektakuler Show 4

VIRAL Video Lamborghini Keluarkan Asap Tebal di Surabaya, Wanita Bergaun Merah Berlari

Tentunya dengan berubahnya ke lingkar utara ini akan membawa dampak ekonomi juga bagi pelaku ekonomi yang sudah lama bergelut di areal terminal lama bandara Syamsudin Noor yang lama.

Seperti Pemilik Toko Lyna, Siti Fatima misalnya. Dirinya sudah ada merasa toko oleh olehnya kian sepi.

"Ini kalau diputar ke utara makin sepi. Kami juga bingung. Omset Desember biasanya bagus. Ini sudah nurun sekitar 6 juta. Apalagi besok pas ditutup. Saya bingung jadinya," kata Siti Fatima.

Dia yang bisnis oleh oleh 15 tahun di Jalan Angkasapura itu bercerita bahwa usahanya kian merosot apalagi dengan serbuan retail modern.

"Harapannya, jangan mati-mati amat lah. Tapi kayak apa ini semua sudah ketentuan pemerintah. Kalau di putar bandara baru di utara makin melesu bisnis kami. Tapi gimana lagi ini keinginan bersama Kalsel untuk bandara baru," kata dia.

Halaman
123
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved