Berita Banjarbaru

NEWSVIDEO Jasad Mr X yang Diduga Over Dosis Disimpan RSUD Idaman Banjarbaru

Hingga menjelang siang, Senin (9/12/2019) jasad pria yang meninggal dugaan over dosis masih belum diketahui identitasnya.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Hingga menjelang siang, Senin (9/12/2019) jasad pria yang meninggal dugaan over dosis masih belum diketahui identitasnya.

Karena kuatir kondisi jasad memburuk, maka petugas kamar jenazah menerapakan Standar Operasional di mana jasad di simpan di lemari pendingin.

"Kami simpan di lemari pendingin. Ini untuk menjaga kondisi jenazah," kata petugas instalasi pemulasaran jenazah RSUD Idaman Banjarbaru, M Darham.

Dijelaskan M Darham, bahwa sesuai SOP petugas masih menunggu keluarga atau warga yang mengenali jasad pria yang meninggal diduga over dosis tersebut.

Menurut M Darham, ciri-ciri dari pria yang dibawa ke kamar jenazah pada pukul 03.00 Wita dini hari tersebut, mengenakan baju merah, dan mengenakan celana jeans panjang warna cream.

Pegawai Honorer di Pemko Banjarmasin Tidak Boleh Kenakan Atribut PNS Mulai Hari Ini, Ini Alasannya

Mama Fery Tak Sanggup Sewa Cafe di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Berencana Pindah ke Luar

Kisah Honorer yang Kini Jadi Kepala TK Berprestasi Nasional, Pernah Digaji Rp 7 Ribu Sebulan

BERLANGSUNG! Link Streaming Online RCTI Indonesian Idol 2019 Top 12 Spektakuler Show 4

"Kalau ciri di badan, dia punya tato dibahu kiri gambar bunga. Badannya agak gempal kulit kecokelatan, dan usia diperkiraan 40-45 tahun," kata M Darham.

Kapolsek Banjarbaru Barat, Kompol Syaiful Bob, Senin (9/12/2019) mengatakan bahwa diperoleh keterangan saksi bahwa, pria tersebut diperkirakan datang di Jalan Kenanga Gang 1 Eks Lokalisasi Pembatuan Kelurahan Syamsudin noor Kecamatan Landasan ulin Kota Banjarbaru naik motor bersama seseorang menuju gang 1.

"Menurut saksi, korban posisi di bonceng, belum sampai di tujuan korban jatuh dari atas motor (jatuh di jalan) di depan rumah seorang warga bernama Bapak Muksim, saat itu sudah dalam keadaan mulut berbusa dan ngorok," ungkap Kapolsek.

Dari keterangan saksi pula, lanjutnya, pengendara yang membonceng korban kemudian langsung pergi, dimungkingkan karena Takut.

"Kemudian bapak Muksim menolong korban bersama warga lainnya, Korban kemudian didudukan di teras rumah dan diberi pertolongan pertama, diminumi susu. Sementara Warga lainnya mencari mobil yang melintas untuk membawa korban ke rumkit Idaman Banjarbaru. Nah kebetulan malam itu ada Mobil Toyota Agya Warna Merah No Pol DA 7142 PL, dan itulah yang membawanya ke IGD," tandas Kapolsek.

Menurut warga sekitar, sambung Kompol Syaiful Bob, sekilas warga setempat melihat KTP korban (Hanya terdapat FC KTP Korban) bahwa Korban kelahiran Medan untuk KTP, KTP Kota Jakarta.

"Namun malam itu gelap jadi kurang jelas warga membaca KTP korban. Namun fotokopi KTP hingga kini masih belum ditemukan," cerita Kompol Syaiful Bob.

Tidak berhenti disitu, tim inafis Polres Banjarbaru juga melakukan cek Sidik Jari Online, namun identitas Korban tidak ditemukan. Korban ditengara belum melakukan rekam E-KTP.

Adapun ciri ciri korban, yakni mengenakan baju merah biru dan ada kombinasi putih nya. Untuk bawahan korban memakai celana jeans warna cream. Juga ada ciri tato dibahu kiri gambar bunga, badan agak gempal kulit kecokelatan. Usia perkiraan 40-45 tahun.

"Kami imbau kepada warga yangengenali korban dan ciri-ciri ya harap melapor ke Polsek dan atau ke RS Idaman Banjarbaru guna proses dilbih lanjut," kata Kapolsek. (banjarmasinpost.co.id /nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved