Berita Kotabaru

NEWSVIDEO Tidak Memiliki Meja Kursi, Siswa Kelas 2 dan Kelas 3 SDN 1 Hilir Muara Terpaksa Lesehan

Susah kalau belajar, harus duduk dan menunduk ke lantai kalau mau menulis susah sekali. Enaknya kalau ada meja kursinya

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - "Susah kalau belajar, harus duduk dan menunduk ke lantai kalau mau menulis susah sekali. Enaknya kalau ada meja kursinya, jadi tidak perlu menunduk di lantai, tidak nyaman," ungkap Muhammad Ibrahim siswa SDN 1 Hilir Muara Kabupaten Kotabaru kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (9/12/19).

Meski tanpa adanya meja kursi di ruang kelasnya, semangat untuk belajar tetap tinggi. Demi mengejar ketertinggalan, siswa-siswi di sekolah ini tetap gigih menimba ilmu.

Begitulah kondisi sebuah sekolah yang ada di wilayah perkotaan Kabupaten Kotabaru, tanpa kursi dan meja. Sekolah ini berada di Desa Hilir Muara Kecamatan Pulau Laut Utara, yakni SDN 1 Hilir Muara Kabupaten Kotabaru.

Dua ruangan, masih tanpa kursi meja. Ada ruangan, yang tanpa meja dan kursi dan ada pula ruangan yang ada mejanya. Namun, meja kecil yang ada, sebagian merupakan bawaan dari siswa-siswinya. Dua kelas yang kondisinya seperti itu adalah ruangan kelas 2 dan 3.

Pegawai Honorer di Pemko Banjarmasin Tidak Boleh Kenakan Atribut PNS Mulai Hari Ini, Ini Alasannya

Mama Fery Tak Sanggup Sewa Cafe di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Berencana Pindah ke Luar

Kabar Gembira Bagi Pencari Kerja, Disnakertran Kalsel Bakal Gelar Job Fair 2020, diSini Lokasinya


Posisi sekolah dasar ini jaraknya hanya 1 Km dari Kantor Bupati Kotabaru. Namun, kondisi sekolah dasar ini seperti kurang mendapatkan perhatian.

Mengetahui kondisi tersebut, Banjarmasinpost.co.id bersama dua anggota DPRD Kotabaru, Gewsima Mega Putra dan Jerry Luminta dari fraksi PDI Perjuangan, langsung turun ke lokasi.

Kepala SDN 1 Hilir Muara, Aspuan, mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi sebelum dirinya menjabat. Dia masuk pada 2018 lalu, kondisinya sudah seperti itu. Bahkan dirinya sudah mengajukan bahkan sudah dipantau langsung dari Dinas Pendidikan, namun jawabannya belum memuaskan.

"Sudah kami usulkan, bahkan di cek oleh Kepala Dinas Pendidikan, Selamet Riyadi. Ketika itu, tanggapan dari dinas kalau ada anggaran akan dimasukkan. Tapi sampai saat ini, belum ada kabar dianggarkan, " katanya.

Dia hanya berharap agar anak-anak didiknya bisa mendapatkan fasilitas yang baik. Terutama, mebelernya untuk meja kursi satu paket.

"Kalau perkiraan yang dibutuhkan sekitar 60 set (Kursi dan Meja). Bagaimana bisa meningkatkan prestasi kalau duduk lesehan seperti itu, capek loh anak-anak kalau duduk seperti itu, " ucapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kotabaru Gewsima Mega Putra bersama Jerry Luminta, yang terjun langsung melihat keadaan bahkan sempat berinteraksi dengan siswanya, mengaku sangat prihatin. Sekolah yang tak jauh dari kantor Bupati itu, kondisinya seperti itu.

"Prihatin. Karena masih ada yang seperti ini bahkan di tengah kota. Padahal dari SD, SMP dan SMA lah yang akan menciptakan Sumber daya berkompetensi, " katanya.

Putra mengatakan, setelah melihat kondisi tersebut, dia akan berkoordinasi dengan dinas. Mereka juga akan mengusahakan agar sarana prasaran dan mebelernya bisa terpenuhi.

"Kami akan usahakan agar terpenuhi baik itu melalui APBD atau melalui CSR Perusahaan. Estimasi anggaran hanya sekitar Rp 30 jutaan, " katanya.

Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Mukhlis, menambahkan telah mengirim anggota fraksi untuk cek setelah ada informasi dari media sosial. Kondisi tersebut setelah dicek langsung memang memprihatinkan.

"Kasihan anak-anak kita, tapi karena APBD 2020 sudah diketuk, sehingga tidak bisa lagi dan paling cepat diperubahan nanti. Tapi kita akan kordinasikan dan mengupayakan CSR, " katanya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved