Berita Batola

Disbub Batola Ingin Portal Jembatan Sungai Alalak II Diperkuat Lagi

Dinas Perhubungan Batola ingin agar portal wide flange (WF) atau baja jembatan Sungai Alalak II Tembus Terminal Handil Bakti

Disbub Batola Ingin Portal Jembatan Sungai Alalak II Diperkuat Lagi
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Dinas Perhubungan Batola ingin agar portal wide flange (WF) atau baja jembatan Sungai Alalak II Tembus Terminal Handil Bakti 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Perhubungan Batola ingin agar portal wide flange (WF) atau baja jembatan Sungai Alalak II Tembus Terminal Handil Bakti, Batola sebagai jalan alternatif satu-satunya pasca penutupan Jembatan Kayu Tangi Ujung hancur ditabrak truk, Senin (2/12/19) pukul 23:50 Wita lalu dibangun dengan kontruksi yang lebih kuat lagi.

“Iya kita harapkan ke depan kontruksi portal jembatan Sungai Alalak II dibangun lebih kuat lagi. Ini mengantisipasi portal tersebut beberapa kali hancur ditabrak truk dan mobil box,” kata Kepala Dinas Perhubungan Batola, Syamsul Arifin, Selasa (10/2/19).

Menurut Syamsul, informasi terakhir Sitanggang (42), pelaku penabrak portal Jembatan Sungai Alalak II tembus terminal Handil Bakti bersedia mengganti biaya pembanguna kontruksi portal jembatan.

“Iya, ada informasi penabrak mau mengganti biaya pembangunan portal tersebut,” katanya.

Fasilitas lengkap, TPA Bongkang Tabalong Segera Difungsikan

Portal Jembatan Sungai Alalak II Batola Segera Diperbaiki, Sopir Penabrak Ganti Separo Kerugian

Pencarian Sehari Semalam, Korban Tenggelam di Sungai Desa Pantai Kapuas Barat Akhirnya Ditemukan

Jelang Hari Natal 2019, Diskon Hingga 50 Persen Pembelian Pernak-Pernak Natal

Menurut Syamsul, pembanguan portal yang roboh ini harus cepat dilakukan agar keselamatan dari jembatan terjaga.

Pemkab Batola sangat mengharapkan mobil angkutan yang melewati Jembatan Sungai Alalak II Tembus Terminal Handil Bakti sesuai dengan kapasitas dan kemampuan jembatan tersebut sehingga tidak terjadi kerusakan jembatan.

Syasul mengkhawatirkani kondisi Jembatan Alalak II yang sering dilewati secara diam-diam oleh truk bermuatan lebih, terutama pada jam-jam tertentu. Padahal pihaknha sudah memasang rambu-rambu, bahkan portal truk dengan tinggi 2,5 dan 6 ton berat muatan, dilarang melintas. Namun tetap saja ada sopir yang membandel.

“Mereka biasa melintas tengah malam,” ungkap Syamsul.

Dengan kondisi demikian, lanjut Syamsul, diharapkan kesadaran warga masyarakat, terutama sopir truk yang akan melintasi Jembatan Alalak II, agar mematuhi rambu maupun imbauan dari Dinas Perhubungan.

Menurut Syamsul, Jembatan Alalak II memiliki kondisi pondasi yang terbatas sehingga tidak layak dilewati truk bermuatan besar. Belum lagi jika truk tersangkut di portal jembatan ketika berani melewati jalur tersebut.

“Jembatan Alalak II selain merupakan jalur yang menghubungkan Kalsel dan Kalteng, juga merupakan jalur vital perekonomian Kabupaten Barito Kuala,” jelasnya.

Dijelaskan Syamsul, jika Jembatan Alalak runtuh, maka akan berdampak besar pada perekonomian Kabupaten Barito Kuala.

Sekdes Ilung di HST Dengar Suara Ledakan, Gara-gara Pekerja Bangunan Tersambar Listrik Nyaris Tewas

Warga Malkon Temon Banjarmasin Ditemukan Tewas Tergantung di Depan Rumah

Jelang Harbolnas 12.12 2019, Ini Tips Berburu Promo Barang-barang Diskon Belanja Online

Oleh sebab itu untuk menghindari kejadian buruk, Dinas Perhubungan akan segera bertindak kembali memberikan solusi dengan memperkuat portal yang telah ada.

Selain itu, imbuh Syamsul, Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan Polres Barito Kuala agar dapat dibentuk tim pengamanan Jembatan Alalak, terutama malam hari. Pengamanan sebenarnya sudah ada.

“Namun saat dini hari menjadi kesempatan truk-truk tonase besar tetap nekad melewati Jembatan Sungai Alalak II,” tegas Syamsul. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved