Berita Tapin

Mulai 2020 Kepala Madrasah Wajib Miliki Sertifikat Diklat, Jika Tidak Dampaknya Terkait Tandatangan

Mulai 2020 Kepala Madrasah Wajib Miliki Sertifikat Diklat, Jika Tidak Dampaknya Terkait Tandatangan

Mulai 2020 Kepala Madrasah Wajib Miliki Sertifikat Diklat, Jika Tidak Dampaknya Terkait Tandatangan
kemenag tapin
Kepala Kemenag Tapin H Mahrus menyematkan tanda peserta Diklat Substantif bagi kepala madrasah di Aula Kantor Kemenag Tapin, Selasa (10/12/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Diklat Substantif bagi kepala madrasah se Kabupaten Tapin digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapin, Selasa (10/12/2019).

Kegiatan itu diikuti 40 kepala madrasah dan calon kepala madrasah yang berlangsung selama satu pekan, sejak Senin (9/12/2019) hingga Sabtu (14/12/2019) nanti.

Pada 2020 nanti, semua kepala madrasah di seluruh Indonesia wajib memiliki sertifikat pernah mengikuti Diklat Substantif.

Panitia pelaksana Diklat Substantif, Abdul Khalik menjelaskan kegiatan itu tindak lanjut MoU Kementerian Agama Kabupaten Tapin dengan Balai Diklat Keagamaan Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru.

Bahas Taman Edukasi Komisi III DPRD Banjarmasin Panggil Pejabat Pemko Minta Penjelasan

Keganjilan Perlakuan Betrand Peto pada Sarwendah Menurut Mbak You, Ruben Onsu Diingatkan Hal Ini

Foto Nia Ramadhani di Kolam Renang Jadi Sorotan, Kaki Istri Ardi Bakrie Disebut Bikin Salah Fokus

Menurut Abdul Khalik, kegiatan Diklat Substantif bagi kepala madrasah se Kabupaten Tapin itu adalah limit akhir.

"Ini sebuah keniscayaan bagi peserta. Itu karena setelahnya peserta akan mendapatkan sertifikat," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id.

Implikasi dari tidak mengikuti kegiatan Diklat Substantif, ungkap Abdul Khalik, maka kepala madrasah tidak berhak menandatangai rapor dan ijazah siswa.

Selain itu, tidak berhak juga menandatangani surat menyurat yang berkaitan dengan pendanaan biaya operasional sekolah atau madrasah.

Abdul Khalik menambahkan sebenarnya ada 45 peserta, cuma saru kelas diklat itu hanya 40 peserta sehingga sisanya antre dan dapat mengikuti diklat serupa di Kabupaten/Kota se Kalsel.

"Harapannya diklat substantif berlangusng lancar dan memunculkan kepala madrasah yang lebih kompeten," katanya

Peserta diklat ini diakuimya sudah kompeten sehingga lebih kompeten lagi menguasai lima kompetensi manajerial, kewirausahaan, supervisi, kepribadian dan sosial sebagai kepala madrasah.

(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved