Berita Kalteng

Peladang Tradisional Kalteng Protes Larangan Membakar Lahan untuk Masyarakat

Peladang Tradisional Kalimantan Tengah Selasa (10/12/2019) menggelar aksi protes terhadap pemerintah yang menggelar aksi protes terhadap pemerintah

Peladang Tradisional Kalteng Protes Larangan Membakar Lahan untuk Masyarakat
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Sejumlah komponen dari berbagai lembaga yang tergabung dalam gabungan peladang tradisional Kalteng, Selasa (10/12/2019) melakukan aksi unjukrasa , memprotes aturan larangan membakar lahan yang merugikan peladang tradisional Kalteng.Dalam aksi tersebut juga ada aksi akrobatik, dua warga dayak yang memperlihatkan aksi kebal tubuhnya terhadap senjata mandau. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Warga Kalimantan Tengah, tergabung dalam Peladang Tradisional Kalimantan Tengah Selasa (10/12/2019) menggelar aksi protes terhadap pemerintah yang melarang masyarakat membuka lahan dengan cara membakar.

Sejumlah organisasi kemasyarakatan dan orgasinasi mahasiswa melakukan aksi dengan membentangkan spanduk bertuliskan protes terhadap aturan membakar lahan dengan cara represif, dan menyamaratakan perlakuan hukum terhadap pembakar lahan yang dilakukan oleh masyarakat secara perorangan maupun korporasi.

Parahnya lagi yang terjadi saat ini, pembakaran lahan tersebut dalam penerapan hukumnya dinilai timpang, karena lebih banyak pembakar lahan perorangan yang ditindak oleh aparat, padahal warga lokal untuk berladang sudah dilakukan secara turun-temurun. 

Aurel Hermansyah Bahas Operasi Plastik, Putri Anang Hermansyah Bakal Ikuti Krisdayanti?

8 Manfaat Kunir Asem untuk Kesehatan, Salah Satunya Atasi Nyeri Haid, Kunir Asam untuk Pegal Linu

Sedangkan perlakuan hukum terhadap, perusahaan kelapa sawit atau koorporasi malah terkesan tidak serius, tidak optimal dilakukan, sehingga ,penerapan aturan pelarangan membakar lahan tersebut dinilai timpang antara perlakuan hukum kepada warga secara perorangan dengan korporasi.

Ini yang, kemudian membuat warga berang. Padahal, kegiatan berladang sudah kami lakukan sejak zaman nenek moyang kami dahulu dan selama ini tidak pernah menyumbangkan asap dalam jumlah besar, karena ladang yang dibersihkan relatif kecil.

"Coba perhatikan penanganan kasus kebakaran yang dilakukan koorporasi tidak optimal, sedangkan proses hukum untuk peladang perorangan sangat banyak," ujar orasi seorang perwakilan Peladang Tradisional Kalteng, saat melakukan aksi di Depan Mapolda Kalteng dan Depan Gedung DPRD Kalteng.

Kapolresta Palangkaraya, AKBP Dwi Tunggal Jaladri, yang ikut dalam mengamankan aksi unjukrasa, mengatakan, dalam penanganan kasus karhutla yang lalu ada 68 kasus kebakaran lahan yang ditangani pihaknya dengan melakuka police line lahan yang terbakar.

Sedangkan kasus kebakaran lahan yang diproses hingga saat ini, ada enam perkara, semuanya sudah masuk tahap penyidikan dan sudah masuk atau dilimpahkan ke kejaksaan untuk masuk persidangan.

"Saat ini sudah masuk tahap sidang, silakan untuk melakukan pembelaan di pengadilan," ujarnya, seraya mengatakan, proses hukum dilakukan terhadap pembakar lahan, karena ketentuan itu sudah ada di negeri ini, sehingga pihaknya menjalankannya saja.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved