Berita HSU

Ratusan Guru di HSU Ikuti Bimtek Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi, Terungkap Ini Tujuannya

Ratusan Guru di HSU Ikuti Bimtek Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi, Terungkap Ini Tujuannya

Ratusan Guru di HSU Ikuti Bimtek Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi, Terungkap Ini Tujuannya
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Bimbingan teknis (bimtek) sekolah penyelenggara pendidikan inklusi┬ábagi guru se Kabupaten HSU. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Bimbingan teknis (bimtek) sekolah penyelenggara pendidikan inklusi bagi guru se Kabupaten HSU, Selasa (10/12/2019) di aula Dinas Pendidikan HSU.

Kegiatan ini diikuti 124 orang guru dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK dengan narasumber Utomo dan Agus Pratomo Andi Widodo dari Prodi Pendidikan Khusus Universitas Lambung Mangkurat.

Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Inklusi (FKPI) HSU, Irwan Rozanie, mengatakan, ada beberapa hal yang diharapkan bisa diraih bimtek pengembangan sekolah peenyelenggara pendidikan inklusif bagi guru.

Harapan yang ingin diraih, memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental dan sosial. 

NEWSVIDEO: Anggota Komisi V DPR RI Soroti Sejumlah Fasilitas di Bandara Syamsuddin Noor

Kabel Listrik PLN di Tiang Dekat Flyover Banjarmasin Keluarkan Api, Sempat Jadi Tontontan Pengendara

Foto Nia Ramadhani di Kolam Renang Jadi Sorotan, Kaki Istri Ardi Bakrie Disebut Bikin Salah Fokus

Keganjilan Perlakuan Betrand Peto pada Sarwendah Menurut Mbak You, Ruben Onsu Diingatkan Hal Ini

Pekerjaan Rey Utami Bikin Hakim Kaget Saat Sidang Kasus Ikan Asin Bareng Galih Ginanjar Pablo Benua

"Atau memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya," kata Irwan.

Kemudian, guru akan memperoleh kesempatan belajar dari cara mengajar dengan setting inklusi, mampu mengatasi berbagai tantangan dalam memberikan layanan kepada semua anak.

"Guru bersikap positif terhadap orang tua, masyarakat, dan anak dalam situasi beragam," katanya.

Sementara itu, Kadisdik HSU, H Rahmat saat membuka acara, menyampaikan kehadiran pendidikan inklusi perlu mendapat perhatian lebih.

"Pendidikan inklusif sebagai layanan pendidikan yang mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus (ABK) belajar bersama anak normal (non-ABK) usia sebayanya di kelas anak atau biasa yang terdekat dengan tempat tinggalnya," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved