BPost Cetak

Sengketa Tapal Batas Banjar-Tala Munculkan Gesekan, Warga Merasa Diintimidasi

Sengketa tapal batas antara Pemerintah Kabupaten Banjar dan Tanahlaut (Tala) tak kunjung tuntas.

Sengketa Tapal Batas Banjar-Tala Munculkan Gesekan, Warga Merasa Diintimidasi
BPost Cetak
BPost Edisi Selasa (10/12/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sengketa tapal batas antara Pemerintah Kabupaten Banjar dan Tanahlaut (Tala) tak kunjung tuntas. Bahkan sekarang persoalan administratif tersebut mulai berimbas pada warga Terjadi gesekan kepemilikan lahan antarwarga.

Garis batas yang masih menjadi benang kusut yakni di Kampung Sungaitabuk Desa Kiram Kecamatan Karangintan Kabupaten Banjar.

Tercatat 11 titik yang menjadi sengkarut batas dan baru satu titik yang telah tercapai kata sepakat antarkedua kabupaten.

Warga Sungaitabuk berharap pemerintah secepatnya menuntaskan persoalan ini. Soalnya jika terus berlarut dikhawatirkan menambah kompleks permasalahan di masyarakat.

Hari Ini Terminal Baru Bandara Dioperasikan, Sediakan Angkutan di Terminal Lama

Perlakuan Tak Terduga Anang ke Ashanty yang Sakit Autoimun Saat Ayah Aurel Hermansyah Itu di Korea

Polisi Gadungan Ini Perdaya Korban hingga Video Call Buka Baju, Lalu Ancam Sebar Video Syur

Hindari Ketabrak, Emak-emak Ini Loncat dari Jembatan Kereta Api ke Sungai Setinggi 8 Meter

“Saat ini saja sudah mulai terjadi persoalan lahan antarwarga. Warga dari kampung sebelah tiba-tiba saja melakukan penguasaan, padahal sudah jelas lahan itu milik kami,” kata seorang warga Sungaitabuk.

Dikatakannya, warga kampung tetangga melakukan klaim dan intimidasi. Luasan lahan yang diklaim mencapai puluhan hektare. Di antaranya milik perusahaan karet yang dulu sebagian dibeli dari warga Sungaitabuk.

Tokoh Sungaitabuk sekaligus Ketua RT 2 Desa Kiram, Tony, membenarkan. “Karena itu kami berharap pemerintah segera menyelesaikannya,” ucapnya, Sabtu (7/12).

Beberapa waktu lalu dia bersama aparatur desa dan kecamatan menghadap Bupati Banjar. Namun hingga sekarang tak ada kejelasan penyelesaian karena di lapangan okupasi masih berlangsung.

“Untungnya warga di sini tidak melawani, tak mau adu fisik, karena kami menghendaki kedamaian. Tapi kalau masalah ini berlarut-larut saya khawatir makin meruncing,” tandas Tony.

Selain itu, dengan adanya kepastian, pembangunan di Kampung Sungaitabuk bakal lebih maksimal. Selama ini kedua pemkab tak bisa maksimal melaksanakan program pembangunan di kampung berpenduduk sekitar 50 kepala keluarga (KK) itu.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved