Opini

UMKM di Era Industri 4.0

Tidak bisa dipungkiri lagi kita setiap saat tidak lepas dari sumbangsih dan peran serta pelaku ekonomi di skala Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)

Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
13 Desember 2017, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin, Titin Agustina beserta dua wakilnya, Sulaiman dan Rusdiasyah dilantik. 

Oleh: Titien Agustina Ketua STIMI Banjarmasin

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa keberadaan kita setiap saat tidak lepas dari sumbangsih dan peran serta pelaku ekonomi di skala Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Sejak krisis ekonomi 1998 peran pelaku UMKM sangat besar terhadap perekonomian masyarakat dan bangsa. Bahkan bukan hanya di tanah air, tetapi di banyak negara, peran UMKM selalu tampil dalam kapasitasnya pada perekonomian masyarakat dan negara.

Pada era industri 4.0 ini, manusia sudah banyak dimudahkan dengan berbagai hal dalam kehidupannya.

Peran UMKM juga tidak bisa ditinggalkan dalam menunjang pergerakan ekonomi di tingkat bawah. Karena memang sebagian besar masyarakat kita masih berada di strata menengah ke bawah, sehingga keberadaan UMKM dalam membantu memenuhi kebutuhan barang dan jasa secara sederhana, murah, mudah dan cepat, sehingga efisien, bisa terbantu dengan kehadiran UMKM dalam berbagai aspek.

Model Bisnis Baru

Era industry 4.0 ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal, tidak hanya sebatas proses produks, tetapi juga merambah pada seluruh mata rantai industri, sehingga menghasilkan dan menuntut model bisnis yang baru, yang hampir semua pelayanan itu berbasis digital.

Karena semua proses tersebut bisa menciptakan efisiensi yang tinggi dan dengan kualitas produk yang tidak kalah bermutu pula.

Pada sisi UMKM sendiri, agar bisa survive dan berdaya saing dalam era seperti ini, tentu dituntut kemampuan dan kreativitas dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang makin canggih, murah, efisien, dan cepat serta familiar dengan konsumen sasaran.

Tanpa memperhatikan dan mau berubah dari model bisnis konvensional, maka UMKM secara perlahan akan ditinggalkan dan ketinggalan jaman.

Tiba dari Jakarta-Banjarmasin di Terminal Baru Syamsudin Noor, Heru Senang Rasakan Fasilitas Megah

Sadis, Bocah 12 Tahun di Katingan ini Dibunuh Lalu Disodomi Kemudian Kepalanya Dipenggal

Saat Api Ludeskan 7 Bangunan, H Taufik Hanya Bisa Selamatkan Baju di Badan

Keganjilan Perlakuan Betrand Peto pada Sarwendah Menurut Mbak You, Ruben Onsu Diingatkan Hal Ini

Maka digitalisasi bagi pelaku UMKM dalam mengenalkan, mempromosikan, hingga mendistribusikan produk dan jasanya harus bisa merambah pada penggunaan berbagai sarana yang menggunakan media digital ini.

Jejaring media sosial tersebut, jelas menggunakan digitalisasi. Manfaatnya akan memberikan akses yang cepat, tepat, murah, dan langsung ke konsumen tanpa berbatas waktu, tempat/geografis dan kondisi. Sehingga bagi UMKM agar bisa masuk dalam kompetisi bisnis sekarang, mau tidak mau harus mampu mengikuti perubahan dalam berbagai aspeknya.

Mulai dari mengenalkan, menginformasikan atau mempromosikan, mendistribusikan atau memasarkan, bahkan sampai dengan menyampaikan langsung kepada konsumen akhir, memerlukan keterampilan dalam digitalisasi media yang ada.

Dengan makin murah dan terjangkaunya harga teknologi handphone, gatget, smartphone bagi kebanyakan orang, termasuk pelaku UMKM, tentu akan makin memudahkan dalam pergerakan usaha.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved