Opini

UMKM di Era Industri 4.0

Tidak bisa dipungkiri lagi kita setiap saat tidak lepas dari sumbangsih dan peran serta pelaku ekonomi di skala Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)

UMKM di Era Industri 4.0
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
13 Desember 2017, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin, Titin Agustina beserta dua wakilnya, Sulaiman dan Rusdiasyah dilantik. 

Fokus Kualitas Internal

Agar pelaku UMKM makin menguasai perekonomian tingkat bawah hingga menengah ini bisa survive dan berdaya saing, perlu peran serta pemerintah dan pihak terkait lainnya agar bisa memberikan fasilitas maupun pencerahan-pencerahan dalam berproduksi, berjualan, berpromosi, dan lainnya dengan memanfaatkan media digital.

Pelaku UMKM memerlukan pelatihan-pelatihan terkait pemanfaatan media digital untuk mendukung kegiatan lini bisnisnya. Itu akan memberikan pencerahan pada pola pikir dan pola sikap yang menjadi langkah awal tumbuhnya kesadaran dari dalam diri yang bersangkutan.

Pelatihan berikut diharapkan bisa menumbuhkan dan membangun minat yang kuat untuk belajar dan berubah, mampu mengadopsi, memilah, dan mengimplementasikan yang sesuai lini bisnisnya.

Awalnya bisa dengan metode ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi), tetapi berikutnya pasti akan melahirkan inisiatif-inisiatif dalam berkreasi dan berinovasi dengan kearifan lokal yang dimiliki serta kebutuhan pasar.

Proses ini tentu tidak sim salabim. Diperlukan waktu dan proses yang tidak sekali dua kali. Perlu kontinuitas dalam pelatihan, pembinaan dan pendampingan agar pelaku UMKM mampu melihat peluang dan kesempatan pasar dengan produk serta jasa yang dihasilkan sehingga bisa bersambut dengan baik.

Tujuannya agar UMKM bisa makin survive dan berdaya saing, tidak tergilas (terdisrupsi). Kesadaran internal pelaku UMKM adalah faktor kunci untuk mampu survive pada era industri 4.0 ini.

Tanpa melakukan perubahan mendasar pada internal SDM nya, maka yang terjadi adalah semu, karena tidak dilandasi oleh kesadaran yang mendasar dari dalam diri yang bersangkutan untuk mau berubah dan terus berubah menyesuaikan perkembangan jaman dan tuntutan konsumen.

Kesadaran yang diharapkan bukan hanya sekilas dan sementara, tetapi permanen. Ini tentu memerlukan waktu dan proses yang tidak sebentar.

Melalui cara dan strategi yang tepat, hasil itu jauh lebih baik dan berkualitas dalam jangka panjang, dibanding dengan kegiatan yang hanya bersifat keramaian dan hura-hura.

Halaman
1234
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved