Berita Batola

Enam Instalasi Pamsimas di Desa Puntik Luar Kabupaten Batola Mubazir, Sejak 2012 Silam Diresmikan

Enam Instalasi Pamsimas di Desa Puntik Luar Batola Mubazir, Sejak 2012 Silam Diresmikan

Enam Instalasi Pamsimas di Desa Puntik Luar Kabupaten Batola Mubazir, Sejak 2012 Silam Diresmikan
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Enam lokasi proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola mubazir sejak 2012 silam saat diresmikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, EDI NUGROHO - Sungguh ironis. Enam lokasi proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, Kalsel mubazir sejak 2012 silam saat diresmikan.

Padahal, dari pembangunan instalasi Pamsimas tersebut, ratusan kepala keluarga (KK) warga Desa Puntik Luar berharap bisa mendapatkan air bersih.

“Iya selama ini untuk keperluan sehari-hari memakai air Sungai Alalak yang ekstrem. Air dari sungai tersebut kadang keruh, asam, kalat hingga kadang hanta. Untuk minum memang beli dari penjual air leding keliling Rp 3 ribu per jeriken,” kata Abdul Hasan, Kepala Desa Puntik Luar, Rabu (11/2/19).

Menurut Hasan, enam lokasi instalasi Pamsimas sudah dibangun sejak 2012 silam yakni di RT 04 sebanyak 1 buah, di RT 1 sebanyak satu buah, di RT 23 sebanyak 1 buah, RT 5 sebanyak satu buah, RT 10 sebanyak 1 buah, di RT 07 sebanyak satu buah dan di RT 9 sebanyak 1 buah. 

Dukung Visit Kalsel 2020, Pemkab HSS Gelar Latihan Tata Kelola Destinasi Wisata

Kekecewaan Nabila Syakieb pada Citra Kirana yang Nikahi Rezky Aditya, Shireen Sungkar Ucap Istigfar

Mobil Disita, Nikita Mirzani Ngamuk & Tampar Sosok Ini di Depan Billy Syahputra, Nunggak Pembayaran?

Perceraian Aura Kasih dan Eryck Amaral Jadi Isu, Sang Manajer Beri Penjelasan

“Jadi enam lokasi Pamsimas itu tidak berfungsi sama sekali sejak dibangun pada 2012 silam,” katanya.

Menurutnya, Pamsimas sendiri merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia, program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota.

“Sejak dibangun sejak 2012 tahun silam dari enam lokasi Pamsimas ini tidak ada setetes air sekalipun yang keluar,” katanya.

Hasan sudah menyampaikan ke instalator yang membangun Pamsimas agar segera diperbaiki instalasi yang rusak, namun tidak pernah ada tanggapan.

Saat ada musyawarah desa untuk penggunaan dana desa, warga menolak untuk penganggaran dana desa dari untuk perbaikan proyek Pamsimas.

“Semua warga Puntik Luar menolak Pamsimas karena trauma bantuan proyek istalasi air minum itu tak berfungsi sama sekali,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved