PLN UPT Kalselteng
Perbaikan Hot Spot pada Paralel Clamp Sisi Line Droper oleh Tim PDKBGI
Perbaikan Hot Spot pada Paralel Clamp Sisi Line Droper oleh Tim PDKBGI
BANJARMASINPOST.CO.ID - Perkembangan sistem ketenagalistrikan sekarang ini telah mengacu pada peningkatan efisiensi dan kualitas dalam penyaluran energi listrik, khususnya pada Gardu Induk.
Salah satu cara untuk mengoptimalkan peralatan Gardu Induk yaitu dengan melaksanakan pemeliharaan secara berkala, agar dapat mencegah terjadinya gangguan yang menyebabkan kerusakan peralatan.
Dari hasil inspeksi menggunakan alat thermovisi oleh petugas yaitu Operator GI Barikin ditemukan salah satu titik hot spot yakni pada Paralel Clamp sisi Line dropper bay line Barikin-Tanjung 1 – phasa R 105ºC.
Untuk menjaga kehandalan sistem Selasa (03/12), PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi Kalselteng menurunkan TIM PDKB GI guna melakukan perbaikan hot spot di Gardu Induk Barikin tanpa melakukan pemadaman listrik atau dalam keadaan bertegangan.
Sebelum pekerjaan dimulai Tim PDKB GI terlebih dahulu melakukan Safety Briefing dengan mengkoordinasikan pekerjaan agar sesuai dengan SOP dan IK, mengecek kelengkapan alat kerja maupun Alat Pelindung Diri (APD).
“PDKB GI melakukan perbaikan tanpa pemadaman listrik, dan ini bentuk layanan optimal dari PLN agar kontinuitas penyaluran listrik ke masyarakat tidak terganggu,” kata PLT Assistant Manager PDKB dan Fasilitas Pemeliharaan, Alfisyahrian.
Ia menjelaskan, perbaikan hot spot dengan metode kerja sentuh langsung (Barehand) menggunakan akses Scaffolding di mana pelaksana (Hot man) secara langsung bekerja dalam keadaan bersentuhan dengan listrik bertegangan 150.000 Volt tanpa pemadaman.
“Dan slogan utama dalam pekerjaan tersebut adalah Safety.. Safety.. Safety..,” katanya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, perbaikan hot spot Gardu Induk bertegangan tinggi itu langsung dikerjakan sendiri oleh TIM PDKB GI PT PLN (Persero) UIKL Kalimantan dan perbaikan tanpa pemadaman hanya bisa dikerjakan oleh tim khusus yang sudah mendapatkan lisensi atau sertifikat.
Ketika pekerjaan perbaikan clamp panas tersebut, listrik dalam keadaan menyala dan arus listrik bertegangan tinggi itu pun mengalir di atas permukaan baju konduktif yang dikenakan oleh pekerja pelaksana (Hot man).
Keberadaan Tim PDKB ini merupakan wujud nyata PLN terangi negeri. Dibutuhkan tekad dan niat yang sangat tinggi.
Bahkan kegagalan nol koma sekian persen pun dapat mengakibatkan kecelakaan fatal, oleh karena itu patutlah personel TIM PDKB disebut Pejuang Listrik yang mati-matian bekerja agar listrik tidak mati.
Selain itu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada PDKB juga merupakan hal mutlak harus dipenuhi baik pada personil, peralatan dan sistem instalasi. (aol/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/hotman-dgn-apd-lengkap-beserta-pakaian-khusus-bertegangan.jpg)