Berita Tanahbumbu

Soal Penambangan Emas Ilegal di Tanahbumbu, Sulhadi Sebut Petugas Kucing-kucingan dengan Penambang

Kegiatan penambangan emas terjadi di hulu sungai, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanahbumbu dilakukan secara illegal oleh masyarakat

Soal Penambangan Emas Ilegal di Tanahbumbu, Sulhadi Sebut Petugas Kucing-kucingan dengan Penambang
Air terjun Mandin Damar, Mentewe, Kabupaten Tanahbumbu, Kalsel. (istimewa/Zerie Turangga) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kegiatan penambangan emas terjadi di hulu sungai, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanahbumbu dilakukan secara illegal oleh masyarakat kini mulai menimbulkan dampak kerusakan lingkungan.

Ratusan lokasi kegiatan penambangan illegal, dilakukan secara tradisional oleh warga sekitar berlangsung sekitar dua bulan. Berimbas pada destinasi wisata air terjun Mandin Damar yang berada di hilir sungai.

Akibat dampak kegiatan tersebut, air terjun Mandin Damar yang menjadi destinasi wisata andalan Tanahbumbu. Terkesan tidak lagi eksotik, karena air terjun keruh dan berwarna kecoklatan.

Hal itu dikemukakan Camat Mentewe, Sulhadi. Ia mengakui, kegiatan penambangan emas oleh masyarakat berlangsung sekitar dua bulan sudah menimbulkan dampak, terutama keberadaan air terjun Mandin Damar sebagai destibasi wisata dikelola Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar).

Sakit Hati Suami-suami Pramugari Ketika Istri Meraka Dipaksa Temani Bos-bos PT Garuda Berkaraoke

LIVE TVRI! Link Live Streaming BWF World Tour Finals 2019 di TV Online Vidio.com, Marcus/Kevin Main

Pramugari Cantik Bertubuh Aduhai Langsung Promosi 777, Kasus Pelecehan Seksual di Garuda Terungkap

Menurut Sulhadi, terkait kegiatan tersebut, pihaknya bersama-sama forkopimda kecamatan sebelumnya sudah memberikan sosialisasi agar masyarakat menghentikan kegiatan itu. Namun kegiatan penambangan masih tetap berlangsung hingga sekarang.

"Jadi semacam kucing-kucingan. Begitu mengetahui petugas datang, tidak ada kegiatan. Mereka kabur bahkan pernah lari tunggang langgang," jelas Sulhadi kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (10/12/2019).

Ditambahkan Sulhadi, meski demikian, terkait kegiatan berdampak pada destinasi air terjun Mandin Damar, itu telah dibahas dirapat internal Pemkab Tanahbumbu.

Maka dari itu tegas Sulhadi, pihaknya bersama-sama forkopimda kecamatan yaitu Polsek dan Koramil akan menindak tegas dan menghentikan kegiatan tersebut.

"Bersama dengan kepala desa, sekitar 20 orang warga pernah datang ke kantor Polsek. Minta waktu. Tapi saya bilang, kami tetap akan menindak tegas," pungkas Sulhadi melalui telepon genggamnya kepada banjarmasinpost.co.id.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved