Berita Tanahbumbu

Air Terjun Mandin Damar Terdampak Penambangan Emas, Mengandung Mercuri di Atas Baku Mutu

Dampak penambangan emas illegal di hulu sungai Desa Gunung Raya, Kecamatan Mentewe membuat geram Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanahbumbu.

Air Terjun Mandin Damar Terdampak Penambangan Emas, Mengandung Mercuri di Atas Baku Mutu
istimewa
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanahbumbu menguji sample air keruh dampak penambangan emas di sungai menghuhungkan langsung lokasi air terjun Mandin Damar, destinasi wisata unggulan Pemkab Tanahbumbu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Dampak penambangan emas illegal di hulu sungai Desa Gunung Raya, Kecamatan Mentewe membuat geram Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanahbumbu.

Akibat kegiatan itu berimbas terganggunya eksotika keberadaan wisata Air Terjun Mandin Damar.

Daerah Mandin Damar salah-satu destinasi unggulan.

Aktivitas penambangan emas secara liar dan tidak terkendali, dinilai merugikan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), yang terpaksa mengeluarkan imbauan.

Disporapar meminta kepada pengunjung atau wisatawan, untuk sementara tidak berenang atau mandi di air terjun, disebabkan kekeruhan air yang disebabkan oleh kegiatan penambangan tersebut.

Peringatan Nia Ramadhani pada Rezky Aditya yang Nikahi Citra Kirana, Istri Ardi Bakrie Singgung Ini

Ashanty Alami Pendarahan Saat di Korea, Istri Anang & Ibu Aurel Hermansyah Ungkap Kondisi

Rayuan Denny Cagur pada Najwa Shihab Bikin Heboh, Putri Profesor Quraish Shihab Itu Bereaksi Begini

"Kalau penutupan sementara mungkin kami perlu rapat untuk hal tersebut. Kalau secara pribadi selaku Kepala Disporapar, meminta masyarakat untuk tidak mandi-mandi dulu," imbau Kepala Disporapar Hamaluddin.

Selain kekeruhan air, Hamaluddin meminta pengunjung/wisatawan tidak mandi atau berenang.
Dikhawatirkan akan berdampak terhadap kesehatan, seperti terkena iritasi.

"Pasti ada dampak karena biasanya setiap penambang pasti menggunakan air raksa untuk memisahkan antara serbuk atau biji emas dengan kotoran yang lainnya," ucapnya

Hamaluddin sangat menyayangkan adanya penambang liar yang tidak bertanggung jawanlb, karena merusak salah-satu destinasi yang dicanangkan Kabupaten Tanahbumbu sebagai unggulan.

Maka dari itu, untuk menghentikan kegiatan tersebut, pemerintah daerah bersama muspika kecamatan Mantewe dan pihak kehutanan sudah mengambil langkah, namun belum membuahkan hasil.

Halaman
123
Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved