Berita Batola

Dinas ESDM Kalsel: Sumur Bor Keluarkan Api di Cerbon Batola Tidak Efektif Dijadikan Air Bersih

Penggalian sumur bor dengan kedalaman galian antara 60 sampai 200 meter yang menembus sumur artesis wajib berizin Energi Dinas Energi dan Sumber Daya

Dinas ESDM Kalsel: Sumur Bor Keluarkan Api di Cerbon Batola Tidak Efektif Dijadikan Air Bersih
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kabid Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atau Pertambangan Provinsi Kalsel, Sutikno. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Penggalian sumur bor dengan kedalaman galian antara 60 sampai 200 meter yang menembus sumur artesis wajib berizin Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atau Pertambangan Provinsi Kalsel.

“Untuk penggunaan air bawah tanah khusus cuci mobil seperti Amanah itu harus berizin karena akan dihitung potensi cekungan tanah. Nah, untuk penggalian sumur bor mulai 60 sampai 200 meter wajib berizin ke kami,” kata Kabid Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atau Pertambangan Provinsi Kalsel, Sutikno, menyikapi keberadaan keberadaan tiga sumur bor di RT 01 dan 02 Sungai Sangkai Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola yang mengeluarkan semburan api, Kamis (12/12/19).

Menurutnya, keberadan sumur bor sepanjang untuk kepentingan masyarakat tidak perlu berizin. Daerah rawa penggunaan air dangkal seperti di Cerbon sebenarnya tidak efektif karena airnya diendapkan satu jam satu maka akan muncul banyak kandungan dari dalam tanah.

Obat Sakit Kepala Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina Diungkap Baim Wong pada Paula Verhoeven

22 Harley Davidson Disita Tak Miliki Surat Resmi, Ternyata Beli Potongan Onderdil Lewat eBay

Akun @rockygerungofficial_ Ini Dilaporkan ke Polisi, Gara-gara Sebut Politikus PDI-P Dungu

“Ini daerah rawa itu merupakan air purba yang merupakan air yang terangkap jutaan tahun,” katanya.

Menurut Sutikno, jangan heran kandungan air dalam dari sumur bor menjadi asin. Rata-rata air tanah jarang dipakai untuk keperluan minum dan dipakai untuk menyiram tanaman saja. Jika memang mau dipakai, maka harus ditest kualitasnya melalui uji laboratorium.

“Di daerah Batola lebih efektif mengelola air sungai untuk dijadikan air baku air bersih,” katanya.

Seperti diketahui, keberadaan tiga sumur bor di RT 01 dan 02 Sungai Sangkai Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola yang mengeluarkan semburan api proyek bantuan dari Kementrian Sosial RI mendapat kunjungan Kabid Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atau Pertambangan Provinsi Kalsel, Sutikno, Senin (2/12/19) sore lalu.

Kehadiran Sutikno diterima Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Batola, Alfiansyah dan Ketua RT 02 H Barnawi (60) dan sejumlah warga setempat.

Menurut Sutikno, di daerah gambut atau rawa memang banyak terperangkap Coalbed methane (CBM) sehingga sebelum jadi bebatuan mengeluarkan gas. (Banjarmasinpost.co.i/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved