Berita Internasional

INGAT! Jangan Tinggalkan Boarding Pass di Pesawat, Ini Dampak Negatifnya

Kepala petugas keamanan di perusahaan intelijen ancaman global IntSights, Etay Maor, mengatakan boarding pass dapat digunakan peretas untuk mencuri

INGAT! Jangan Tinggalkan Boarding Pass di Pesawat, Ini Dampak Negatifnya
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI - Turis memegang boarding pass pesawat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kepala petugas keamanan di perusahaan intelijen ancaman global IntSights, Etay Maor, mengatakan boarding pass dapat digunakan peretas untuk mencuri informasi pribadi penumpang.

Seperti dilansari dari Huffington Post, ia menyatakan hal tersebut ketika melihat tren yang meresahkan yaitu para penumpang kerap meninggalkan boarding pass mereka di pesawat.

"Masalahnya adalah, orang tidak menyadari bahwa semua informasi pribadi Anda dikodekan di sana," kata Maor seperti dikutip dari Huffington Post.

Maor menuturkan bahwa beberapa maskapai penerbangan menyimpan lebih banyak informasi daripada maskapai lain. Informasi paling dasar pun dapat digunakan untuk mengumpulkan lebih banyak detail pribadi penumpang.

Pengakuan Mengejutkan Wanda Hamidah, Sebut Lakukan Perceraian Kilat dengan Suaminya Daniel Patrick

Curi iPhone 11 di ATM, Dosen di Kupang Ini Tak Bisa Berkutik Berkat Kamera CCTV

Sering Tampil di TV Malaysia, Ternyata Perempuan Ini Pelaku Penyelundupan Narkoba di Tangerang

Cara peretas menggunakan boarding pass

Peretas menggunakan satu alat pemindai barcode untuk membuka informasi pribadi penumpang melalui boarding pass.

Pemindai ini dapat dibeli di berbagai situs web, bahkan ada aplikasi pemindai cuma-cuma.

Maor mencontohkannya dengan menggunakan BP Scanner yang bisa menerjemahkan dan mengkategorikan data sehingga mudah dibaca.

Segala informasi mulai dari nama dan rincian penerbangan penumpang dapat ditemukan lewat barcode.

Namun lebih dari itu, barcode juga menjelaskan satu informasi kunci, yaitu nomor rekening penumpang. Bahkan terkadang, detail alamat email penumpang, nomor telepon, dan lainnya juga dapat terlacak.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved