Ekonomi dan Bisnis

Jelang Akhir Tahun, Harga Semua Jenis Cabai di Banjarmasin Turun, Ternyata Ini Pemicunya

semua stok cabai di tempatnya cukup banyak dan akan mencukupi keperluan konsumsi dari para konsumen hingga akhir Desember nanti.

Banjarmasinpost.co.id/Mariana
Pedagang cabai di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Semenjak beberapa bulan lalu ketersediaan cabai di Kota Banjarmasin relatif kurang. Bahkan, jenis cabai primadona, cabai rawit merah juga kerap kosong stoknya di pasar tradisional.

Namun, jelang akhir tahun harga mulai stabil bahkan cenderung turun.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, Jumat (13/12/2019), tampak cukup banyak stok cabai yang tersedia di lapak-lapak pedagang sayur di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin.

Cabai rawit yang berbulan-bulan stoknya tipis bahkan kosong kini juga sudah mulai dijual kembali oleh para pedagang.

Dijelaskan pedagang cabai, Aan, semua stok cabai di tempatnya cukup banyak dan akan mencukupi keperluan konsumsi dari para konsumen hingga akhir Desember nanti.

Nadiem Makarim Batal Hapus UN 2021, Mendikbud : Tidak Dihapus Tapi Diganti dengan Asesmen Kompetensi

Kopi Digemari karena Kandungan Kafein yang Bikin Terjaga, Benarkah Ada Efek Diuretik?

Motor Dinas Kades Lumpangi HSS Raib Dicuri, Pelaku Bawa Uang Rp 500 Ribu

Napi di Lapas Kotabaru Discreaning, Dinkes Temukan Ada Warga Binaan Terdeteksi HIV/AIDS

"Cabai rawit dijual seharga Rp 50.000 per kg, cabai tiung dan taji dibanderol Rp 25.000 per kg, cabai hijau besar seharga Rp 8.000, dan cabai merah besar Rp 15.000 per kg," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Ketersediaan pasokan yang cukup melimpah tersebut, diakuinya karena saat ini sudah memasuki masa panen cabai. Cabai-cabai tersebut didatangkannya dari Kandangan, Hulu Sungai Selatan (HSS), ketahanan cabai mencapai 2-7 hari tergantung jenis.

Sementara itu, pedagang lainnya Masriyah mengaku stok cabai rawit berangsur-angsur pasokannya terus bertambah.

"Harga cabai rawit Rp 50.000 per kg, untuk stoknya sudah cukup banyak untuk sekarang ini," ujarnya.

Selain cabai rawit, ada cabai jenis tiung dibanderol seharga Rp 30.000 per kg, jenis cabai miawa dipatok Rp 25.000 per kg.

Cabai-cabai tersebut didatangkan dari Marabahan, Pengaron, dan Rantau. Selain cabai, ada pula tomat seharga Rp 7.000 per kg, wortel seharga 13.000 per kg, kentang Rp 13.000, dan bawang bombay Rp 20.000 per kg.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, H Birhasani mengatakan, ketergantungan masyarakat Banua terhadap cabai cukup tinggi namun produksinya dinilai masih kurang sehingga harus mendatangkan pasokan dari luar Kalsel untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

Mengaku Idap Kanker, Vidi Aldiano Minta Maaf & Doa ke Penggemar, Sebut Akan Segera Jalani Operasi

Ini Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS di Pemprov Kalsel dan Pemko Banjarbaru

Menggenaskan, Warga Desa Pajar Bulan Muaraenim Tewas Diterkam Harimau, Tulang Rusuk Hilang

"Terutama cabai rawit yang stoknya kerap kosong, dan harus mengandalkan pasokan dari Sulaweai dan Jawa. Ketahanan cabai juga cukup lemah terutama distribusi dari luar sehingga dua hari saja sudah busuk," ujarnya.

Dia pun berharap di Kalsel dapat terjadi pemerataan petani cabai yang menanam cabai di daerah sendiri, sehingga jenis lokal busa dikonsumsi tanpa ketergantungan pasokan luar daerah. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved