Berita Banjarmasin

Lepas Target, Pajak Walet Banjarmasin Hingga Akhir 2019 Cuma Rp 300 Juta

Porolehan pajak sarang burung walet di Kota Banjarmasin hingga Desember 2019 hanya tercapai Rp 300 juta dari target yang telah ditetapkan Rp 500 juta

Lepas Target, Pajak Walet Banjarmasin Hingga Akhir 2019 Cuma Rp 300 Juta
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Kepala Bakeuda Banjarmasin, Subhan Nuryaumil 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ironis Porolehan pungutan pajak sarang burung walet di Kota Banjarmasin hingga Desember 2019 hanya tercapai Rp 300 juta dari target yang telah ditetapkan Rp 500 juta.

Badan Keuangan Daerah dan Aset Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin, berkeyakinan sampai akhir Desember 2019 ini pun perolehan angka pajak Rp300 juta pun sepertinya tidak akan bergerak.

“Iya, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin yang memungut pajak walet. Bukan dari Bakueda. Perolehannya baru Rp300 juta dari target Rp500 juta. Perolehan angka tersebut tidak akan bergerak sampai akhir Desember 2019,” kata Kepala Badan Keuangan Daerah dan Aset Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin Subhan Noor Yaumil, Jumat (13/12/19).

Sarang burung walet
Sarang burung walet (istimewa)

Menurut Subhan, realisasi perolehan pajak walet itu hanya 60,8 persen dari target Rp500 juta. Masalah tata cara pengutan walet itu ada di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin sehingga dinas setempat yang lebih tahu kenapa belum bisa mencapai target.

Paksaan Betrand Peto ke Sarwendah untuk Ucap Cinta ke Putra Ruben Onsu, Ini Upaya Kakak Thalia

Rutan Pelaihari Kembangkan Strawberry dan Markisa

Dibantu Program Rutilahu, Rumah Masrawan Kini Tidak Bocor Lagi

Lima Tahun Rawat Si Iwan, Ibu Ini Terharu Sedih saat Terpisah dari Owa-owa Kesayangan

“Kewenangan pungutan pajak walet itu ada di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin,” katanya.

Dipaparkan Subhan, para petani walet selama ini melaporkan sendiri berapa hasil panen pajak walet dan membayar pajaknya sendiri ke dinas pertanian. Selanjutnya, dibuatkan surat ketetapan pajak.

“Bisa saja tiba-tiba ada transaksi besar karena ada petani walet yang sadar pajak sehingga target pajak terpenuhi,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved