Berita Batola

Soal Ganti Rugi Lahan, Camat Marabahan Batola Siap Fasilitasi Warga Desa Antar Baru dengan PT BPP

PIHAK Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola, siap menfasilitasi tuntutan ganti rugi lahan warga Desa Antar Baru, Kecamatan Marabahan

FOTO ABBAS WARGA MARABAHAN UNTUK BPOSTGROUP
Sejumlah Desa Antar Baru akhirnya memasang portal arah jalan perkebunan sawit milik PT Barito Putera Plantation, Kamis (12/12/10) lalu. 

Anehnya pihak perusahaan tetap menggarap lahan warga seluas 3.006 hektare tersebut meski belum ada ganti rugi.

“Kami melihat sudah cukup banyak pokok sawit berbuah. Padahal tak sedikit lahan warga yang sudah memiliki sertifikat. Hanya sekitar 114 sertifikat masih dalam proses. Namun kemudian sertifikat kami yang diterbitkan sejak 2017 ditindih perusahaan dengan Hak Guna Usaha (HGU) sejak 2018,” tegasnya.

Menurutnya, sepuluh tahun lalu pernah ada pertemuan antara masyarakat pemilik lahan, perusahaan dan pemerintah.

Kemudian disepakati ganti rugi sebesar Rp850 ribu per hektare.

Tapi sampai sekarang belum pernah direalisasikan.

“Untuk mendapatkan solusi, warga pernah membawa persoalan ganti rugi ke Pengadilan Negeri Marabahan di pertengahan 2016. Sayangnya putusan yang diterima adalah Niet Ontvankelijke Verklaard (NO) atau gugatan tak dapat diterima karena mengandung cacat formil,” tegas Rita.

Ditambahkannya, putusan NO itu sangat disayangkan, karena warga memiliki surat-surat tanah, sementara perusahaan tidak memiliki data apapun.

Bahkan, sambung Rita, warga juga mempertanyakan penyebab HGU dapat melapis sertifikat warga.

Padahal data ukur dan pemasangan patok lahan warga resmi dilakukan

Ternyata sengketa tidak cuma terkait lahan yang telah ditanami.

Halaman
123
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved