Kisah Unik Baayun Maulid Tapin

Belum Punya Catatan Historis, Kepala Desa Ini Ingin Baayun Maulid Jadi Muatan Lokal

Tidak ada catatan historis, kapan kegiatan Baayun Maulid dilaksanakan warga setempat hingga menjadi wisata religi.

Belum Punya Catatan Historis, Kepala Desa Ini Ingin Baayun Maulid Jadi Muatan Lokal
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Belum Punya Catatan Historis, Kepala Desa Ini Ingin Baayun Maulid Jadi Muatan Lokal 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Tidak ada catatan historis, kapan kegiatan Baayun Maulid dilaksanakan warga setempat hingga menjadi wisata religi.

Menurut Kepala Desa Banua Halat Kiri, Kabupaten Tapin belum ada hasil penelitian sejarah yang dibahas agar wisata religi Baayun Maulid itu dapat diketahui generasi milenial dan menjadi pelajaran muatan lokal.

Pantauan reporter Banjarmasinpost.co.id, hanya ada catatan jumlah peserta di baliho yang dipasang di dinding Sekretariat Panitia Baayun Maulid.

Awalnya Cuma Ratusan, Kini Peserta Baayun Maulid Ada Ribuan yang Datang dari Kalteng hingga Jakarta

Akses Jalan Umum di Desa Banua Halat Kiri Digunakan Tempat Menggantung Ayunan

Tercatat jumlah peserta Baayun Maulid hanya mencapai ratusan pada pelaksana 1997 lalu.

Peserta Baayun Maulid mencapai 5000 lebih pada pelaksanaan 2013 dan 2015.

Jumlah peserta Baayun Maulid mencapai ribuan itu mendapat penghargaan Museum Rekor Muri Indonesia pada 2008 lalu. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved