Berita Regional

Catat Terjadi 5 Kasus Serangan Harimau, BKSDA Ungkap 8 Fakta Penyebab Si Nenek Marah

Mustadi warga Muaraenim merupakan korban tewas terakhir dari serangkaian serangan harimau terhadap warga di Hutan Lindung Lahat-Pagaralam dan Muaraen

Catat Terjadi 5 Kasus Serangan Harimau, BKSDA Ungkap 8 Fakta Penyebab Si Nenek Marah
facebook/yudis ray
Korban Tewas Dimakan Harimau Tebat Benawa Pagaralam Dievakuasi RSUD Besemah 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mustadi warga Muaraenim merupakan korban tewas terakhir dari serangkaian serangan harimau terhadap warga saat beraktivitas di kawasan perbatasan antara Hutan Lindung Lahat-Pagaralam dan Muaraenim.

Serangan ini, memicu aparat untuk lebih intensif melakukan pengawasan dan penelitian mengapa harimau atau yang biasa dipanggil si nenek itu justru menyerang warga. Ada indikasi harimau merasa terganggu hingga menyerang warga.

Indikasi lain karena terjadi perburuan terhadap makanan utama harimau yakni kambing hutan, sehingga si nenek marah dan menyerang warga?

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan menuturkan, lima korban serangan harimau sumatera yang terjadi di Pagaralam dan Lahat hingga ada tiga orang meninggal dan dua orang luka semuanya berada di hutan lindung.

Setelah Membunuh, Nurdin Usap Darah Sang Istri ke Wajah, Takut Dihantui Arwah Pernasaran Masitah

Terkuak Fakta Baru Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Polisi Ungkap Sosok Reftil di Tubuh Korban

Gerhana Matahari Cincin Lewati 25 Kota Kabupaten di 7 Provinsi, Saksikan Penampakannya 26 Desember

Kisah Yunaidi Membuka Kelas Gratis untuk Anak-anak Usia Dini, Sempat Pindah-pindah Tempat

Baru Selesai Dibangun, Atap Ruang Kelas SDN Keting 2 Jombang Ambruk, Kepsek Ungkap Faktor Ini

Nagita Slavina Syok Gara-gara Hal ini, Istri Raffi Ahmad Mendadak Kurang Percaya Diri

"Harimau memiliki sifat pasif, bukan aktif menyerang manusia. Namun, kalau harimau tiba-tiba menyerang, karena harimau tertekan. Ini lantaran rumah mereka atau habitatnya yakni di hutan lindung terganggu oleh manusia," katanya ketika ditemui di kantor BKSDA Sumsel, Jumat (13/12/2019).

Lanjut Genman, banyak faktor yang menyebabkan harimau bisa keluar dari sarangnya dan wilayah kekuasannya. Faktor yang paling banyak saat ini mengganggu habitat harimau antara lain pembukaan lahan untuk perkebunan hingga ilegal logging.

Namun, untuk saat ini dari BKSDA Sumsel melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) untuk mencari solusi.

"Langkah awal, ada dua hal yang sepakati dalam waktu dekat ini. Dari Dinas Kehutanan akan mengusulkan kepada Gubernur untuk membuat maklumat terhadap semua pihak agar tidak melakukan aktivitas di kawasan hutan lindung yang menjadi habitat satwa liar seperti Harimau ini agar jangan sampai menekan dan mengganggu satwa di hutan lindung tersebut," ungkapnya.

Karena, menurut Genman bila harimau tetap dihabitatnya tentunya akan dibiarkan di habitatnya. Tetapi, bila keluar dari habitatnya maka akan digiring kembali ke habitatnya.

Berikut ini ada beberapa fakta tentang serangan harimau yang diungkapkan oleh BKSDA bahwa penyebab utama karena terjadi konflik atau gesekan. Berikut ini 8 fakta yang diungkapkan oleh pihak BKSDA:

Halaman
1234
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved