Sains

Ciptakan Tas Anti Copet, Mahasiswa ITB Raih Penghargaan di Korea Selatan

Dua mahasiswa ITB, Marchio Kevin Abdul Azis dan Intan Nur Amanah mengukir prestasi membanggakan di Korea Selatan.

(Dok ITB)
Dua mahasiswa ITB, Marchio Kevin Abdul Azis dan Intan Nur Amanah menciptakan tas anti copet berteknologi tinggi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANDUNG - Dua mahasiswa ITB, Marchio Kevin Abdul Azis dan Intan Nur Amanah mengukir prestasi membanggakan di Korea Selatan.

Keduanya meraih penghargaan Excellence Award Winner atau setara dengan predikat Runner Up Global Capsone Design Fair: Engineering Education Festival (E2Festa) 2019

Penghargaan itu, diberikan atas karya keduanya yang menciptakan tas anti copet berteknologi tinggi.

Dalam rilis yang diterima Kompas.com, mereka melihat, kasus pencopetan lebih sering terjadi pada kondisi penumpang berdesak-desakan dibanding pencopetan secara paksa.

Sebanyak 25 Siswa Kelas Sains Binaan YABN, Lihat Langsung Perusahaan Listrik Tenaga Uap PT MSW

Lima Siswa Asal HST Wakili Kompetisi Sains Tingkat Nasional, Bupati Chairansyah Ikut Bangga

Tampilkan Experimen Sains di Kalsel Expo 2019, Stan PT Adaro Indonesia Ramai Dikunjungi Anak-anak

Untuk itu, tas ransel sebaiknya memiliki sistem pengunci resleting yang hanya bisa dibuka si pemilik ransel.

“Caranya dengan tap kartu atau gelang RFID,” ujar Marchio, mahasiswa Teknik Elektro 2015 ITB dalam rilis yang diterima Sabtu (14/12/2019).

Marchio menambahkan, tas ini berbeda dengan tas anti copet yang beredar di pasaran. Umumnya, tas di pasaran menggunakan pengaman, namun aksesibilitasnya buruk.

Untuk itu, sistem pengunci resleting yang mereka ciptakan didesain sedemikian rupa, sehingga Izzipack memiliki aksesibilitas yang baik.

Izzipack juga terintegrasi dengan aplikasi smartphone untuk memantau sisi baterai, mengaktifkan sistem alarm, dan melacak tas yang hilang atau dicuri dengan GPS tracker.

Selama penelitian, pihakNya menemukan banyak kendala teknis. Menurutnya, teknologi yang dibuat oleh timnya memang terbilang orisinil, sehingga harus sangat banyak trial and error ketika diimplementasikan.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved