Seleksi CPNS 2019

Ini yang Menyebabkan 32 Pelamar CPNS di Tanahbumbu Memenuhi Syarat

Berdasarkan hasil verifikasi sejak 29 November, dari 2.654 pelamar, sebanyak 32 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Ini yang Menyebabkan 32 Pelamar CPNS di Tanahbumbu Memenuhi Syarat
BPost Cetak
BPost edisi cetak Sabtu (14/12/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - BKD Kabupaten Tanahbumbu juga sudah selesai memverifikasi peserta.

Sesuai jadwal hasil verifikasi akan diumumkan pada Senin (16/12).

Berdasarkan hasil verifikasi sejak 29 November, dari 2.654 pelamar, sebanyak 32 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Hal itu diungkapkan Kepala BKD Tanbu melalui Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Informasi M Untung RLU, kemarin.

Menurut Untung, ada beberapa hal membuat 32 pelamar dinyatakan TMS.

Antara lain, mendaftar tidak sesuai kualifikasi pendidikan.

Pemko Banjarbaru Dapat Kuota 188 Formasi, Jumlah Pendaftar Online Terdata 4.005

Posting Foto Nagita Slavina-Raffi Ahmad, Instagram Bos ANTV Diserang Netter, Karena Ayu Ting Ting?

Amuk Nikita Mirzani ke Billy Syahputra Hingga Sebut Otak Udang, Pasca Rekan Ruben Unfollow Uya Kuya

Misalnya strata satu (S1) teknik elektro, tapi mendaftar di formasi yang syarat jabatannya adalah Diploma Tiga (D3).

Kemudian ada juga tenaga guru yang khusus untuk sekolah dasar (SD), tetapi mendaftar di tenaga guru yang untuk sekolah menengah pertama (SMP).

Selain tidak menyampaikan berkas secara langsung tapi melalui pos dan beberapa hal lainnya.

Walau demikian, Pemkab Tanbu masih memberikan masa sanggah selama tiga hari kepada pendaftar yang dinyatakan tidak lulus verifikasi.

"Masa sanggah tiga hari dari tanggal 17 hingga 19 Desember," kata Untung.

Sanggahan akan diverifikasi ulang oleh BKD pada 19-26 Desember.

"Verifikasi ini dalam bentuk mengkaji kembali apakah memang sesuai atau tidak. Dan, kami juga akan koordinasi ke Menpan RB. Apakah itu bisa atau tidak. Diumumkan tanggal 29 Desember," ucapnya.

Ditanya apakah ada formasi yang kosong pelamar, Untung mengatakan hal itu terjadi pada formasi dokter spesialis THT satu orang, dokter gigi dua orang, analis pariwisata satu orang dan arsiparis disabilitas satu orang.

"Padahal dua yang sangat diperlukan. Dokter gigi dan spesialis," pungkasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved