KalselPedia

KalselPedia - Mengenal Atak Diang Kabupaten Batola 2019

Pemilihan Atak Diang adalah kegiatan rutin yang dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Barito Kuala untuk menjaring generasi muda berbakat.

KalselPedia - Mengenal Atak Diang Kabupaten Batola 2019
Humas Pemkab Batola
Malam grand final pemilihan Atak dan Diang Kabupaten Barito Kuala (Batola) 2019 yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Batola, Senin (22/07/2019) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Pemilihan Atak Diang adalah kegiatan rutin yang dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Barito Kuala untuk menjaring generasi muda berbakat. Lalu apa tujuan pemilihan Atak Diang itu?

Pemilihan Atak Diang setiap tahunnya di Kabupaten Batola ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan generasi muda soal pariwisata dan kebudayaan di Batola.

Diharapkan siapa pun yang terpilih menjadi Atak Diang akan menjadi duta pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Batola sehingga bisa mempromosikan aspek wisata dan kearifan lokal kabupaten setempat keluar.

Lalu siapa yang terpilih menjadi Atak Diang 2019. Ahmad Hapi dan Dwida Nispulani menerima trofi, selempang dan bingkisan dari Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, Senin (22/07/2019) lalu.

KalselPedia - Pondok Sinyal Binuang Santang Suguhkan Pemandangan Alam yang Menakjubkan

KalselPedia : Sama-sama Mantan Jurnalis, 2 Bupati Ini Mampu Bertahan 2 Periode Pimpin Daerahnya

KalselPedia: Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan Kabupaten Banjar

Setelah melalui proses yang cukup panjang, Ahmad Hapi dan Dwida Nispulani dinobatkan sebagai Atak Diang Barito Kuala 2019 dalam prosesi di Aula Selidah Marabahan, Senin (22/07/2019) malam. Perwakilan masing-masing dari Kecamatan Anjir Pasar dan Tamban yang kesemuanya berada di zona selatan Batola ini, berhasil menyisihkan 9 pasang finalis.

Setelah menjadi pemenang, Hapi dan Nispu mewakili Batola dalam pemilihan Nanang Galuh Kalimantan Selatan 2019 bersama M Rishan (Mandastana) dan Amalia Siti Nurkhadija (Marabahan) yang menjadi runner up atau wakil I Atak Diang.

Di hadapan Bupati, Hj Noormiliyani AS, serta Forkopimda Batola, prosesi pemilihan Atak Diang 2019 ini diawali dengan penyampaian jargon-jargon dari 20 finalis. Selanjutnya hanya 12 finalis yang berhak melangkah ke babak tanya jawab.
Sebanyak 6 finalis Atak yang melangkah ke fase tersebut bersama Hapi dan Rishan adalah Adi Rujani Sa’ban, M Zaki, M Fajar Hairullah dan I Gusti Arya Aditya. Sementara 6 finalis Diang yang maju bersama Nispu dan Amalia adalah Syahira Salsabila, Rari Salsabila, Nadia Ulfahma dan Lila Indriyani.

Dalam sesi ini, setiap finalis menerima pertanyaan acak yang diambil masing-masing peserta. Mereka hanya diberi waktu semenit untuk menjawab. Setiap jawaban juga menjadi bahan pertimbangan juri untuk menentukan juara. Hapi kebagian menjawab pertanyaan tentang dampak seandainya Kalimantan Selatan menjadi ibukota negara.

Dengan lantang Hapi menjawab status tersebut berpotensi meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat. Sedangkan Nispu mendapatkan pertanyaan terkait pencemaran sungai akibat sampah.

Dalam waktu tak sampai semenit, Nispu menjawab dengan lebih dulu memberi contoh, mengedukasi masyarakat dan mendukung program anti pencemaran sungai dari pemerintah. Setelah beberapa menit penjurian, Hapi dinyatakan memperoleh nilai tertinggi dengan 2.144.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved