Pajak Sarang Walet

Pajak Walet 10 Persen dari Hasil Panen, dari Ratusan Titik Hanya Dua yang Bayar ke BP2RD Batola

KEPALA Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batola, berterima kasih karena karena sudah ada salah satu petani walet yang sudah

Pajak Walet 10 Persen dari Hasil Panen, dari Ratusan Titik Hanya Dua yang Bayar ke BP2RD Batola
Dari BP2RD untuk BPost
Petugas Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kabupaten Batola mendatangi rumah walet di kawasan Kecamatan Cerbon, Senin (7/10/19). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - KEPALA Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batola, berterima kasih karena karena sudah ada salah satu petani walet yang sudah membayar pajak walet sebesar Rp 15 juta belum lama ini.

“Ini awal baik. Iya terima kasih. Sudah ada satu pengusaha walet atas nama Viktor dengan empat sarang yang mau bayar pajak Rp 15 juta kepada Pemkab Batola. Ini perlu ditiru petani walet lainnya yang jumlah rumah walet di Batola mencapai 700 titik,” kata Kepala BP2RD Batola, Ardiansyah.

Menurut Ardiansyah, pengusaha walet Viktor punya empat rumah walet di kawasan Marabahan, Tabukan dan Kapuas.
Justru Viktor membayar pajak walet per tri wulan sehingga pajak walet dibayar per setiap penjualan.

VIRAL Pakai Sepatu Nike Buatan Sendiri dengan Bahan Seadanya, Bocah Ini Raih 3 Medali Emas

Setelah Tolak Ciuman Ashanty, Anang Main HP Diam-diam dan Buat Ibu Sambung Aurel Hermansyah Curiga

Pengorbanan Atta Halilintar Demi Aurel Hermansyah, Calon Mantu Anang - Krisdayanti Dicium Ibu-ibu

Dijelaskannya, sebanyak 708 bangunan sarang walet ternyata tidak berizin atau liar sehingga keberadaaannya pun tidak memberikan pemasukan bagi pendapatan asli daerah (PAD).

Total semua lokasi sarang walet di Batola itu berjumlah 792 buah dan baru 84 lokasi yang mengantongi izin dari DPMPTSP Kabupaten Batola.

Menurutnya, tata cara pemeliharaan walet di Batola sendiri diatur dalam Perda No.2 Tahun 2012.

Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, mendata dari ratusan rumah walet di Batola hanya dua pengusaha yang membayar pajak sebesar 10 persen ke Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Batola pada 2018 silam, yakni sebesar Rp360 ribu per tahun.

“Pada 2019 ini ada satu pengusaha walet yang membayar pajak sebesar Rp 15 juta. Kalau tak mau bayar pajak walet, jangan jadi pengusaha walet di Batola,” katanya.

Pihaknya sudah menggelar sosialiasi pajak walet oleh tim kejaksaan negeri Batola, Rabu (4/12) di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batola.

Dalam sosialiasi itu, sebanyak 68 pengusaha walet juga diberikan surat pemberitahuan membayar pajak sarang burung walet.

Menurutnya, cara perhitungan pajak sarang burung walet tidaklah sulit, yakni sebesar 10 persen dari hasil panen.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved