Berita Banjarmasin

Aliansi Mahasiswa Farmasi Belum Puas RUU Kefarmasian Masuk Prolegnas 2020, Begini Harapan Mereka

RUU Kefarmasian masuk dalam Prolegnas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Tahun 2020

Aliansi Mahasiswa Farmasi Belum Puas RUU Kefarmasian Masuk Prolegnas 2020, Begini Harapan Mereka
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Aksi Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa Farmasi di DPRD Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rancangan Undang-Undang (RUU) Kefarmasian masuk dalam Prolegnas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Tahun 2020 dan berada di urutan ke 30 RUU prioritas.

Namun para mahasiswa farmasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) tak begitu saja puas, seperti yang diungkapkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Ramadhani.

"Kami tidak akan puas begitu saja sampai RUU ini segera disahkan menjadi Undang-undang (UU)," kata Ramadhani saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Minggu (15/12/2019).

Hal ini memang menjadi tuntutan yang disuarakan Aliansi Mahasiswa Farmasi Indonesia di Kalsel saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Kalsel, Selasa (12/11/2019) dimana Ramadhani menjadi salah satu oratornya.

Kematian Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Terkuak, Pelaku Bekap Bantal Lalu Gorok Leher Korban

Tangisan Mulan Jameela Saat Masa Lalu Istri Ahmad Dhani Sebelum Hijrah Diungkit, Soal Maia Estianty?

Pasca Tes Wawancara Calon Anggota Panwascam Banjar Terpilih Diketahui, Segini Gajinya

Ratusan Calon Pembeli Antre Sepatu Brand Lokal, Dibanderol Mulai Rp 280.000 Per Pasang

Dijelaskan Ramadhani, pihaknya belum puas mengingat pada periode masa jabatan DPR RI 2014-2019, RUU Kefarmasian juga sempat masuk dalam Prolegnas namun tak juga dibahas dan direalisasikan.

Sehingga jika hanya masuk dalam Prolegnas belum tentu RUU tersebut akan segera dibahas dan disahkan.

Ramadhani juga nyatakan bukan tidak mungkin Aliansi Mahasiswa Farmasi seluruh Indonesia termasuk di Kalsel kembali akan menggelar aksi unjuk rasa untuk mendorong disahkannya RUU Kefarmasian menjadi UU.

"Perjuangan belum selesai sampai disahkan, aksi seluruh Indonesia seperti sebelumnya bisa saja dilaksanakan lagi. Keinginan kami UU itu sudah selesai dibahas dan disahkan di 2020," kata Ramadhani.

Menurutnya, di Kalsel ada ribuan orang yang mengabdikan diri di bidang kefarmasian. Selain para praktisi baik apoteker maupun asisten apoteker, ada kurang lebih dua ribu mahasiswa S1 dan D3 yang saat ini sedang menimba ilmu di bidang farmasi yang berharap segera memiliki dasar hukum kuat bagi tenaga farmasi di Indonesia.

Pada aksi sebelumnya di Kalsel, tuntutan para mahasiswa farmasi sudah diteruskan oleh Komisi IV DPRD Kalsel ke Komisi IX DPR RI.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved