Berita Jakarta

Jabatan Eselon III & IV Dipangkas, Negara Bisa Hemat Rp 12 Miliar Per Tahun, Begini Perhitungannya

Peneliti dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Naomi Aprilina Simanjuntak memperkirakan, akan ada Rp 10 hingga 12 miliar

Jabatan Eselon III & IV Dipangkas, Negara Bisa Hemat Rp 12 Miliar Per Tahun, Begini Perhitungannya
CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Peneliti dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Naomi Aprilina Simanjuntak memperkirakan, akan ada Rp 10 hingga 12 miliar anggaran negara maupun daerah yang akan berkurang per tahunnya.

Jumlah tersebut terkait adanya wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mencetuskan, pemangkasan pejabat Pegawai Negeri Sipil ( PNS) untuk eselon III, IV dan V di pemerintahan pada tahun 2020.

"Berarti sekitar Rp 10 (miliar) sampai 12 miliar per tahunnya bisa dipangkas oleh pemerintah," kata Naomi di Jakarta, Minggu (15/12/2019).

Perhitungan ini berdasarkan data yang mereka miliki.

Bandara Warukin Tabalong Buka Rute Penerbangan ke Semarang 2020, Jogjakarta Berikutnya

Video Ciuman Beruntun Betrand Peto pada Sarwendah Viral, Istri Ruben Onsu Diperlakukan Begini

SESAAT LAGI! Live Steaming Bein Sports Xtra AC Milan vs Sassuolo Liga Italia, Tak Live RCTI

Sebagai contoh, jabatan eselon III terdapat 98.658 pegawai, bila dijumlahkan dengan tunjangan kinerja (tukin) mereka berkisar Rp 37 juta hingga Rp 46 juta per tahun, maka selama ini anggaran negara telah telah mengeluarkan sekitar Rp 4 miliar.

"Dan juga untuk eselon IV 327.058 PNS, kita ambil contoh tunjangan kinerja per tahunnya mendapatkan Rp 22 juta, itu sekitar Rp 7 sampai 8 miliar," jelasnya.

Namun, ketiga pejabat eselon ini nantinya akan beralih tugas ke fungsional, pemerintah melalui Kementerian Keuangan harus melihat lagi dari aspek tunjangan serta fasilitas yang disesuaikan.

"Ketika eselon III dan IV ini dialihkan ke fungsional, akankah dia tidak mendapatkan tunjangan kinerja atau fasilitas apapun? Penyelarasan kebutuhan ini harus dilihat. Tidak mudah loh Kabag atau Kasi yang sebelumnya mendapatkan tukin, kemudian tidak ada," ucapnya.

Dia kembali mengatakan, bahwa wacana tersebut tidak hanya serta-merta dipangkas saja jabatan kemudian beralih ke fungsional. Dibutuhkan peta jalan yang tersistem untuk dapat berjalan sesuai rencana.

"Apakah ini benar-benar ditiadakan atau mungkin ada dengan porsi sekian misalnya? Kita juga harus melihat bahwa fungsional seperti apa. Makanya harus ada roadmap sistem," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Eselon III dan IV Dipangkas, Negara Bisa Hemat Rp 12 Miliar Per Tahun",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved