BPost Cetak

Megawati Undang Prabowo, Sinyal 2024?

Tak pernah diduga Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri membuka sebuah tabir yang selama ini tertutup rapat tentang diri Ketua Umum Partai Gerindra

BPost Cetak
Banjarmasinpost Edisi Minggu (15/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak pernah diduga Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri membuka sebuah tabir yang selama ini tertutup rapat tentang diri Ketua Umum Partai Gerindra yang kini Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

Sebuah persahabatan tidak lekang oleh pasang surut politik yang melibatkan mereka maupun orangtuanya. Begitu menyentuh, hati bisa luluh mendengarnya. Begitu besar jiwa seorang Megawati. Itu diceritakan Mega di kompleks Istana kepresidenan Selasa 3/12/2019 (Detiknews).

Mantan Danjen Kopassus, jenderal berbintang 3, selepas Soeharto lengser dipecat dari dinas militer terkait dengan tindakan penculikan aktivis.

Ia pergi ke luar negeri, entah urusan bisnis atau mencari ketenangan karena sebagai menantu Soeharto pastilah kecipratan aroma tidak enak.

Adalah Megawati Soekarno yang saat itu menjadi Presiden RI iba melihat Prabowo yang saat itu sudah dalam keadaan stateless (tak bernegara). Saat itu Prabowo bermukim di Yordania.

Aktivis Perempuan Tak Bangga Sri Mulyani Masuk 100 Perempuan Berpengaruh

Bharatu Saiful Tewas Usai Jumatan, Satgas Tinombala Buru Kelompok Ali Kalora

Guru Khalil Apresiasi Ajang Pildacil, Ini Harapannya

Lepas Pemulangan Jenazah Anggota Brimob Polda Sulteng yang Gugur, Kapolda Doakan Arwah

“Dia sampai keleleran di sana, saya marah sama Menlu dan Panglima TNI dan minta supaya tidak membiarkan. Dia juga manusia Indonesia,” katanya.

Saat itu Menlunya Hasan Wirayudha, sedang Panglima TNI antara Laksamana TNI Widodo AS (1999-2002) dan Jenderal TNI Sutarto (2002-2006).

Mega juga bercerita tentang persahabatannya dengan Prabowo yang sudah terjalin sejak lama.

Bagi Megawati persahabatannya itu tidak terpengaruh dengan situasi apa pun yang terjadi. Sehingga ketika dia tahu sahabatnya menghadapi kesulitan sampai stateless ia pun yang saat itu memegang kuasa segera memerintahkan untuk menyelamatkannya.

Tentu ceritanya jadi lain kalau Mega menyimpan dendam gara-gara ayahnya (Presiden Soekarno) dilengserkan oleh Soeharto yang kemudian menjadi mertua Prabowo.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved