Otomotif

Efek Pecah Ban Bisa Berimbas pada Kecelakaan Fatal, Lebih Baik Lakukan ini

Tanpa teknik dan pengendalian yang tepat, efek pecah ban bisa membahayakan dan berimbas pada kecelakaan fatal.

Efek Pecah Ban Bisa Berimbas pada Kecelakaan Fatal, Lebih Baik Lakukan ini
istimewa
Bripda Syahrul, anggota Satlantas Polres Tanahlaut membantu mobil Nissan Juke yang mengalami pecah ban 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pecah ban masih kerap menghantui pengemudi di jalan.

Tanpa teknik dan pengendalian yang tepat, efek pecah ban bisa membahayakan dan berimbas pada kecelakaan fatal.

Fachrul Rozi, Customer Engineering Support PT Michelin Indonesia, mengatakan, ada beberapa sebab bisa terjadi pecah ban, namun salah satu yang banyak terjadi ialah kurangnya tekanan udara pada ban.

"Jika tekanan udara yang kurang membuat kawat di dinding ban mengalami stress. Dalam hal ini, dinding ban yang berfungsi sebagai penahan utama bobot mobil ke jalan, tidak mampu lagi bekerja dengan baik," katanya kepada Kompas.cm, beberapa waktu lalu.

Surat Cinta SBY untuk Ani Yudhoyono Muncul, Annisa Pohan & AHY Langsung Bereaksi Begini

Video Sarwendah Tepis Tangan Betrand Peto yang Mau Memeluknya, Aksi Istri Ruben Onsu Viral Lagi

Goyang Seksi Mulan Jameela Disinggung Ustadz Ini, Istri Ahmad Dhani Menangis Ingat Masa Lalu

Fachrul menerangkan, hal itu terjadi karena saat ban kurang tekanan dan dipakai jalan, kawat di bagian dalam bisa putus dan membuat dinding ban sobek.

Apalagi saat berjalan, ban cenderung menjadi panas.

Oleh karena itu, dia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tekanan udara sesuai tire placard yang terletak di bagian pintu mobil atau pilar B.

Menurutnya lebih baik kelebihan daripada kekurangan tekanan udara.

Rozi mengilustrasikan, kondisi tekanan udara yang harusnya diisi 32 psi, namun diisi 35 psi dinilai lebih aman.

Ketimbang yang harusnya 32 psi, tapi hanya diisi 25 psi.

Selain itu, banyak kejadian pecah ban juga disebabkan karena sisa tambalan yang lama kelamaan justru merusak ban itu sendiri.

Contohnya, sela-sela tambalan dapat kemasukan air hingga mengakibatkan karat pada kawat di dalam ban.

“Banyak masyarakat kita yang menggunakan tambal ban cacing atau yang model ditusuk dari luar. Ini sebetulnya hanya untuk sementara, kalau dipakai terus menerus efeknya membuat karat dan berujung pecah ban,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Awas Bahaya Pecah Ban, Lebih Baik Kelebihan daripada Kekurangan Udara

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved