Advertorial Bank Kalsel

Antisipasi Transaksi Akhir Tahun, Bank Kalsel Siapkan Dana Rp 1,7 Triliun

Menghadapi akhir tahun kurang dari dua pekan lagi, Bank Kalsel mengupayakan sejumlah persiapan untuk melayani para nasabah.

Antisipasi Transaksi Akhir Tahun, Bank Kalsel Siapkan Dana Rp 1,7 Triliun
banjarmasinpost.co.id/mariana
Dirut Bank Kalsel, Agus Syabarrudin (tengah). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menghadapi akhir tahun kurang dari dua pekan lagi, Bank Kalsel mengupayakan sejumlah persiapan untuk melayani para nasabah.

Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah dana menuju akhir tahun.

"Untuk mengantisipasi lonjakan transaksi nasabah akhir tahun, kami siapkan dana sekitar Rp 1,75 triliun. Dana tersebut dikucurkan untuk berbagai keperluan nasabah," jelasnya.

Keperluan tersebut meliputi dropping gaji ASN, pencairan kredit
, pembayaran pajak nasabah
, pembayaran SP2D
, penarikan tunai nasabah
, dan pengisian kas ATM di seluruh cabang Bank Kalsel.

Beberapa waktu lalu, Bank Kalsel menjadi salah satu instansi yang dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pemeriksaan rutin BPK meliputi segmen korporasi, segmen ini menyumbang 31 persen dari total kredit Rp 8,10 triliun, sampel yang diambil 19 debitur dengan plafond Rp 1,17 trilun dari Rp 2,51 trilun.

Dalam hasil temuan, BPK memaparkan beberapa permasalahan di antaranya Pemberian Fasilitas Kredit Investasi, dan Kredit Modal Kerja tidak didukung dengan analisis yang memadai.

Menanggapi hal tersebut, Agus menyambut baik masukan yang telah diberikan BPK Kalsel.

Sebagai manajemen baru, pihaknya akan segera menindaklanjuti apa yang telah direkomendasikan.

"Rekomendasi BPK yakni merubah strategi bisnis danrencana
bisnis bank, serta fokus pada segmen kredit yang mampu dikelola dan skop di wilayah Kalsel, lalu kami juga akan menyempurnakan SOP, khususnya proses take over kredit (selektif)," urainya.

Selain itu, Bank Kalsel akan melakukan upaya hukum dalam rangka penyelesaian kredit macet, melakukan langkah-langkah konkrit untuk menjaga kualitas kredit dengan memperhatikan going concern debitur, serta meningkatkan monitoring kredit. (aol/*)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved