Berita Balangan

Berbekal Tekad Mengubah Nasib, Penerima PKH di Balangan Raih Graduasi Sejahtera Mandiri

Penghargaan dari Kementerian Sosial karena telah keluar dari kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH) atau yang biasa disebut Graduasi Sejahtera Ma

Berbekal Tekad Mengubah Nasib, Penerima PKH di Balangan Raih Graduasi Sejahtera Mandiri
istimewa/humas kemensos ri
Menteri Sosial diwakili Direktur Rehabilitasi Lanjut Usia Kemensos RI Andi Hanindito bersama Kasubdit Kasubdit Validasi dan Terminasi Moch Slamet Santoso (baju merah) menyerahkan sertifikat graduasi mandiri kepada Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) di halaman kantor Bupati Balangan, Minggu (15/12/2019) kemarin. Kemensos mencatat jumlah sebanyak 1,2 juta KPM melebihi target sebanyak 800.000 KPM PKH tahun 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALANGAN - Kegiatan Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS) yang menjadi bagian dari peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional 2019, di Balangan, Minggu (15/12/2019) kemaren membawa berkah bagi sejumlah orang. Khususnya orang yang pernah mendapatkan PKH di Kabupaten Balangan.

Di antara ratusan warga yang hadir, adalah Mila (37), Saidah (44), dan Anita (27). Ketiganya datang untuk menerima penghargaan dari Kementerian Sosial karena telah keluar dari kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH) atau yang biasa disebut Graduasi Sejahtera Mandiri.

Piagam Penghargaan diserahkan oleh Menteri Sosial yang diwakili Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Andi Hanindito dalam seremonial penyambutan Tim LBKS di Kabupaten Balangan.

Selain mereka bertiga, Kementerian Sosial juga memberikan penghargaan kepada tiga anak berprestasi di Kabupaten Balangan yang merupakan anak dari penerima PKH.

Menuai Keluhan, Mendikbud Tetap Pertahankan Sistem Zonasi di PPDB 2020, Ini Alasan Nadiem Makarim

Viral Video Betrand Peto Ciumi Sarwendah Serupa Azriel Peluk-peluk Ashanty? Ini Sikap Ruben Onsu

Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional, Sartono : UN Penyemangat dan Pemicu Belajar Siswa

Berkhasiat Atasi Ejakulasi Dini, Jamu Pinang Muda Ternyata Juga Cocok untuk Lelaki

Mereka dipanggil ke tengah lapangan di halaman kantor bupati bersama penerima berbagai bantuan yakni Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Sarana Lingkungan (Sarling), Bantuan Sembako, Bantuan Alat Bantu Disabilitas, serta penyerahan secara simbolis pemberian buku nikah dan akte kelahiran untuk KPM PKH.

"Saya sudah bertekad harus bisa menjahit. Supaya bisa membantu ekonomi keluarga," tutur Mila membuka percakapan.

Perempuan yang tinggal di Desa Bungin, Kecamatan Paringin Selatan ini berprofesi sebagai Penjahit Pakaian.

"Awalnya saya ikut kursus menjahit beberapa kali di tempat yang berbeda. Pada waktu itu tahun 2014. Semua gratis karena dibantu pemerintah kabupaten dan BLK (Balai Latihan Kerja)," katanya.

Singkat cerita, Mila kemudian memberanikan diri untuk menerima jahitan dari tetangga sekitar. Dimulai dari menerima jasa permak baju, seragam, dan gamis, ia menerima ongkos Rp 20 ribu.

"Saya nyaris putus asa karena banyak ibu-ibu yang komplain hasil jahitan saya kurang rapi. Ada juga yang mengeluh kependekan memotongnya," tutur Mila.

Halaman
1234
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved