Opini

Borneo Tanpa 10 Bali Baru, Tinjauan Solutif Penciptaan Masyarakat Sadar Wisata di Kalimantan

Kekuatan masyarakat yang menjadi penggawa terdepan pengembangan pariwisata belum sepenuhnya merata di seluruh Indonesia.

Borneo Tanpa 10 Bali Baru, Tinjauan Solutif Penciptaan Masyarakat Sadar Wisata di Kalimantan
BANJARMASIN POST GROUP/APUNK
Ilustrasi-terapung tarian sadar wisata martapura 

Yogyantoro, Pendidik dan Peminat Masalah Kepariwisataan

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kesuksesan strategi competitive destination model (CDM) dengan digitalisasi promosi pariwisata yang masif telah membuka mata dunia tertuju pada Indonesia sebagai sebuah negara yang memiliki paket lengkap.

Terbentang dengan sangat luas dari Miangas hingga Pulau Rote, Indonesia menawarkan alam yang elok, mulai dari laut, pantai, danau, gunung, hutan tropis, dan sawah yang terkemas baik bersama masyarakat lokalnya yang berbudi luhur dan arif.

Namun kekuatan masyarakat yang menjadi penggawa terdepan pengembangan pariwisata belum sepenuhnya merata di seluruh Indonesia.

Terbukti di antara 10 Bali Baru seperti Tanjung Lesung, Mandalika, Danau Toba, Gunung Bromo, Pantai Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Pulau Morotai, Candi Borobudur, Wakatobi dan Labuan Bajo tak satupun yang berlokasi di Pulau terbesar di Indonesia yaitu Kalimantan.

Sebelum Bertarung, Calon Anggota BPD Astambul Terbangkan Hewan Ini

Fantastis, Kiriman 36 Kilogram Sabu untuk Tahun Baru Digagalkan, Juga Ada 32 Ribu Ekstasi

Kades Ini Tega Tabrak Warganya dengan Ford Ranger hingga Tewas Terseret, Begini Kronologisnya

8 Orang Disambar Petir dan 3 Siswa Polisi yang Jalani Pendidik Tewas, Berikut Nama-namanya

Kita perlu belajar bahwa untuk menuju era industri pariwisata 4.0 atau tourism 4.0 kunci utamanya adalah adanya transformasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang digital savvy dan sadar wisata.

Pada tahun lalu, sekitar 11,5 juta wisatawan datang ke Indonesia berkontribusi sebesar sebelas persen atau sekitar Rp 172 triliun terhadap produk domestic bruto (PDB) Indonesia dan mendatangkan pekerjaan yang berkaitan dengan pariwisata bagi hampir 12 juta masyarakat Indonesia.

Masyarakat adalah unsur yang sangat vital dalam dunia pariwisata Indonesia karena bersama-sama dengan industri, pemerintah, akademisi, dan media menjadi mesin penggerak yang dominan pada masa depan pariwisata di Indonesia.

Masyarakat yang sadar wisata akan memahami jenis-jenis dan bentuk layanan yang berkualitas yang diperlukan oleh para wisatawan.

Masyarakat adalah sumber kebudayaan yang memahami sejarah di sekitar objek wisata sekaligus ikut bertanggung jawab terhadap keutuhan lingkungan budaya dan ekosistem fauna serta flora yang kesemuanya itu adalah tiang penyangga eksistensi sebuah destinasi wisata.

Halaman
1234
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved