Berita Tapin

Segini Biaya MIN 7 Tapin Wujudkan Sekolah Berpredikat Adiwiyata Kabupaten hingga Nasional

Dua sekolah di Kabupaten Tapin berhasil meraih penghargaan prestisius sekolah Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri.

Segini Biaya MIN 7 Tapin Wujudkan Sekolah Berpredikat Adiwiyata Kabupaten hingga Nasional
Istimewa
Kepala MIN 7 Tapin Ismawardah menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Tapin, Senin (16_12_2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Dua sekolah di Kabupaten Tapin berhasil meraih penghargaan prestisius sekolah Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri.

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7 Tapin di Kecamatan Binuang mendapat penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Nasional 2019.

Kepala MIN 7 Tapin, Ismawardah mengaku bersyukur dengan prestasi yang diraih sekolahnya sebagai sekolah yang berada di Jalan Sarang Burung RT 07 RW 03 Desa Tungkap, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin.

Menurut Ismawardah, proses menuju sekolah Adiwiyata Nasional itu diawali dengan kegiatan menjadi imbasan MAN 1 Tapin pada 2017 lalu.

Ditinggal Sebentar, Betrand Peto Buat Kangen Anak Sarwendah Thalia Putri Onsu, Ini Reaksi Ruben Onsu

Buka-bukaan Keinginan Syahrini Miliki Anak di Tahun 2020, Lebih Fokus Layani Reino Barack

Video Sarwendah Tepis Tangan Betrand Peto yang Mau Memeluknya, Aksi Istri Ruben Onsu Viral Lagi

Pada 2017 itu MIN 7 Tapin masuk kategori sekolah Adiwiyata Kabupaten Tapin, jelasnya.

"Tahun berikutnya kami usulkan lagi menjadi sekolah Adiwiyata Provinsi Kalsel," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Senin (16/12/2019).

Ismawardah mengaku bersyukur karena pada 2018 itu, tim penilai menyatakan layak sebagai sekolah Adiwiyata Provinsi Kalsel.

"Alhamdulillah pada 2018 itu kami dapat meraih sekolah Adiwiyata Provinsi Kalsel. Kemudian tahun ini kami diusulkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin," ujarnya.

Untuk menuju sekolah Adiwiyata Nasional, Ismawardah mengaku mengeluarkan biaya sekitar Rp 30 juta.

Peruntukan dana puluhan juta itu diakuinya untuk mengelola sampah, penghijauan, sanitasi, kantin madrasah dan taman madrasah sejak Adiwiyata Kabupaten berjenjang hingga Adiwiyata Nasional. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved