Berita Tapin

Ini Sanksi bagi Ustadz dan Ustadzah ASN di Tapin yang Tak Kembalikan Dana Insentif

Dana hibah Keagamaan dari Pemerintah Kabupaten Tapin sudah disalurkan melalui Kementerian Agama Kabupaten Tapin, diantaranya bantuan dana insentif

Ini Sanksi bagi Ustadz dan Ustadzah ASN di Tapin yang Tak Kembalikan Dana Insentif
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Kepala Kemenag Tapin H Mahrus 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Dana hibah Keagamaan dari Pemerintah Kabupaten Tapin sudah disalurkan melalui Kementerian Agama Kabupaten Tapin, diantaranya bantuan dana insentif bagi ustadz dan ustadzah.

Bantuan bagi ustadz dan ustadzah yang mendapat dana insentif Pemerintah Kabupaten Tapin adalah yang bekerja di lingkungan Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Taman Pendidikan Al Quran.

Setelah data ustadz dan ustadzah dibuatkan surat keputusan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapin, mereka membuka rekening daerah agar mudah mencairkan.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tapin, H Mahrus menjelaskan, dana hibah Pemerintah Kabupaten Tapin yang masuk dalam rekening dana Kementerian Agama Kabupaten Tapin disalurkan dan dilakukan evaluasi.

Tangis Aurel Hermansyah Karena Tubuh Kurus Ashanty, Dampak Autoimun Istri Anang Hermansyah?

Kabar Baru Kasus Video Syur Gisella Anastasia Diungkap, Eks Gisella Anastasia Singgung Nama Baik

Seusai Video Viral, Betrand Peto Bikin Ruben Onsu Kaget, Putra Sarwendah Itu Sebut Soal Sosok Jahat

Selama penyaluran tahap pertama dan tahap kedua itu, pihaknya melakukan evaluasi bagi ustadz dan ustadzah yang berstatus pengawai negeri sipil.

"Hasil evaluasi data ustadz dan ustadzah ditemukan 53 yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil atau ASN.

Kami buatkan petunjuk teknis sesuai dengan peraturan Dirjen Pendidikan Islam pada Kementerian Agama RI, bahwa tidak boleh ASN menerima dana hibah dari sumber APBN dan APBD," katanya, Rabu (18/12/2019).

Mahrus mengaku sudah memanggil ke 53 ASN yang mengabdi di lingkungan pendidikan agama Islam agar legowo mengembalikan dana tersebut paling telat 26 Desember ini.

"Dana pengembalian dana yang diterima ustadz dan ustadzah berstatus ASN itu akan dikembalikan ke kas daerah Pemerintah Kabupaten Tapin," katanya.

Diakui Mahrus dari 53 ustadz dan ustadzah itu sempat mempertanyakan petunjuk teknis diberlakukan setelah dana hibah dicairkan.

Mahrus mengaku jika dana hibah Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Kementerian Agama Kabupaten Tapin tidak disalurkan, justru pihaknya akan menerima sanksi.

"Saya katakan kalau dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Tapin itu disalurkan bagi para ustadz dan ustadzah yang berstatus non ASN di Kabupaten Tapin," katanya.

Bagaimana sanksi ASN yang tidak mengembalikan dana insentif hibah Pemerintah Kabupaten Tapin yang diterima?

Mahrus menegaskan gaji ASN tersebut akan dipotong untuk mengembalikan dana hibah Pemerintah Kabupaten Tapin tersebut," jelasnya.

(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved