Breaking News:

B Focus Pesisir

Para Nelayan Berharap Pemerintah Menindak Sumber Pencemaran dan Mengganti Bibit-bibit Ikan

Beberapa bulan lalu, nelayan sempat beberapa pekan tak bisa melakukan aktivitas karena air sungai tercemar membuat udang dan ikan tiba-tiba mati.

Editor: Eka Dinayanti
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Rabu (18/12/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Beberapa bulan lalu, nelayan sempat beberapa pekan tak bisa melakukan aktivitas karena air sungai tercemar membuat udang dan ikan tiba-tiba mati.

Peristiwa itu kembali terulang.

Dua hari lalu, ikan di sungai tersebut tiba-tiba mati.

Para nelayan menduga penyebab kematian disebabkan kembali tercemarnya air sungai.

Sungai menjadi sumber penghidupan nelayan, kuat diduga tercemar karena air sungai berubah warna cokelat kekuningan.

Hal itu diungkapkan Zaki, salah seorang nelayan setempat.

Nelayan Sungaidanau Resah, Sumber Pencaharian Kembali Tercemar Bekas Galian Tambang Batu Bara

Jawaban Tak Terduga Faisal Nasimuddin Dijodohkan dengan Luna Maya, Tulis Soal Nakal Jadi Sorotan

Nyinyiran Amy Qanita Bikin Raffi Ahmad Waswas, Nagita Slavina Tenangkan Ayah Rafathar

Menurut dia, diduga tercemarnya air sungai terjadi dua hari lalu.

Selain ikan kecil, beberapa ekor ikan berukuran cukup besar pun tiba-tiba mati mendadak.

"Nasib-nasib. Bagaimana lagi solusinya. Air PDAM pun juga ikut tidak mengalir," keluh Zaki, Selasa (17/12).

Terkait kejadian tersebut, sambung Zaki, sudah dilaporkannya ke kepala desa dan pihak kecamatan.

Sudah diambil sample air.

"Hasilnya menunggu dari Dinas Lingkungan Hidup hari ini turun ke lapangan," ujarnya.

"Kejadiannya tidak jauh beda dari kejadian beberapa bulan lalu. Padahal kejadian lalu saja kondisi belum pulih, matian lagi ikan dan udang," sambung Zaki.

Zaki berharap, kejadian kembali terulang ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah daerah.

Tapi juga diketahui Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.

Ia menilai kejadian dugaan tercemarnya sungai, sudah sangat merugikan dan mengganggu mata pencaharian nelayan yang keseharian bergantung dengan hasil sungai tersebut.

Kembali terulang kejadian sebelumnya pernah terjadi, ke depan diharapkan ada langkah-langkah konkret serta tindakan tegas pemerintah terkait agat tidak terulang lagi.

"Harapan kami (nelayan) pemerintah bisa menindak tegas sumber penyebab supaya tidak terulang. Kami juga minta ganti bibit-bibit ikan, udang dilepas atau ditabur kembali di sungai. Dan, tutup aktivitas siapa penyebab masalah ini," tegas Zaki.

"Ini sudah sangat keterlaluan, karena terulang lagi. Kalau terus terulang-ulang seperti ini kami nelayan mau mencari apalagi. Apa yang ditangkap di sungai kalau ikan dan udangnya mati terus-menerus seperti ini," tandas Zaki.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved