Berita HST

Polres HST Gelar Pasukan Operasi Lilin Intan, Ini 5 Gereja di HST yang Diamankan Saat Nataru

Operasi yang digelar hingga 1 Januari 2020 ini menyasar penjagaan di tempat peribadatan umat Kristiani dan lokasi wisata.

Polres HST Gelar Pasukan Operasi Lilin Intan, Ini 5 Gereja di HST yang Diamankan Saat Nataru
istimewa/humas polres hst
Apel gelar pasukan operasi lilin intan 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Polres Hulu Sungai Tengah, menggelar apel operasi lilin intan 2019.

Operasi yang digelar hingga 1 Januari 2020 ini menyasar penjagaan di tempat peribadatan umat Kristiani dan lokasi wisata.

Sebanyak 120 personel Polres HST akan dilibatkan dalam operasi tersebut.

Kapolres HST, AKBP Danang Widaryanto, mengatakan sasaran utama operasi tersebut yakni, tempat ibadah dan wisata.

Untuk tempat ibadah ada lima gereja diamankan yakni Gereja tersebut yakni, GKE Efhata, GPDI El Shadai, GBI Desa Murung B, GPDI Desa Pambakulan dan GKE Aula Batalyon 621 Manuntung.

NEWSVIDEO : Amankan Nataru Polresta Banjarmasin Dirikan Lima Pos Pelayanan Masyarakat

27 Pelamar CPNS Batola Melakukan Sanggahan di Situs SSCN

Sammy Simorangkir Jadi Artis Penutup 2019 di HBI Banjarmasin

Perasaan Ayu Ting Ting ke Raffi Ahmad Diungkap Sosok Ini, Nama Shaheer Sheikh Pun Disebut, Ganjalan?

Kemudian, lokasi wisata yang ada di HST. Sedangkan ada empat pos untuk pengamanan, yakni Pos di Pantai Hambawang, Murakata, Batu Benawa dan Wisata Hantakan.

"Penjagaan difokuskan di titik keramaian Lapangan Dwi Warna, Pasar Murakata dan sepanjang jalan Barabai Kota selama pergantian tahun," bebernya.

Selain itu, Polres Hulu Sungai Tengah juga sudah memetakan daerah rawan keamanan dan rawan kecelakaan.
Untuk rawan kecelakaan ada empat titik yakni di Desa Haur Gading Kecamatan Batang Alai Utara.

Jalan sepanjang satu kilometer ini tercatat oleh Satlantas Polres Hulu Sungai Tengah sebagai kawasan  rawan kecelakaan. Terlebih kawasan ini memiliki tikungan sedang sepanjang satu kilometer tepatnya di kilometer. Jalan ini memiliki lebar 6,5 meter. 

Selain itu, daerah rawan ada di Desa Pemangkih Kecamatan Labuan Amas Utara. Jalan dengan lebar 6,5 meter tersebut memiliki tikungan tajam sepanjang 150 meter tepat di kilomter 143. 

Jalan rawan lainnya, di Jalan Abdul Muis Redhani Kecamatan Barabai. Berbeda dengan kawasan lainnya yang memiliki tikungan. Jalan ini justru lurus dan dianggap rawan di kilometer 165 sepanjang 1,5 kilometer. 

Terakhir, di Desa Barikin Kecamatan Haruyan. Jalan ini memiliki tikungan tepat di kilometer 151.

Tetap Berjualan di Kawasan Masuk di Bandara, Satpol PP Ancam Sita Jualan PKL

Tutup saat Libur Natal dan Tahun Baru, Jangan Khawatir Perbankan di Kalsel Tetap Berikan layanan Ini

Pasca Alami Pencabulan di Limpasu, Terungkap TA Kini Masuk Pesantren di Balangan

Sementara itu, pihaknya juga memetakan lokasi rawan gangguan Kamtibmas. Seperti di Kecamatan Barabai yang rawan terjadi pencurian dan pemberatan alias jambret

Jambret juga rawan terjadi di lapangan pelajar, Jalan Murakata, Jalan Antasari, Jalan Telaga Air Mata, Jalan Abdul Muis Redhani, Terminal Keramat Barabai, Desa Mandingin, Desa Kapar.

Sedangkan Pasar Keramat Barabai sering terjadi premanisme dan curanmor. Begitu juga di Pasar Murakata.(banjarmasinpost.co. id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved