Revolusi Hijau Dishut Kalsel

Hujan Turun, Pegiat Rehab Daerah Aliran Sungai Bergerak Menanam di Kalaan Aranio

Hujan yang kian sering turun di kawasan waduk Riam Kanan membuat gembira para petugas Rehab DAS IPPKH PT Borneo Indo Bara (BIB).

Humas Dishut Kalsel
Petugas Rehab DAS IPPKH PT Borneo Indo Bara (BIB) di desa Kalaan untuk melakukan penanaman. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Hujan yang kian sering turun di kawasan waduk Riam Kanan membuat gembira para petugas Rehab DAS IPPKH PT Borneo Indo Bara (BIB).

Mereka rela basah kuyup dalam perjalanan dari Banjarbaru ke pelabuhan Tiwingan Lama, Senin (16/12) tadi.

Begitu hujan reda, semua kru BIB bersama vendor pelaksana dan pengawas Rehab DAS bergegas memasukkan motor trail ke kelotok untuk menuju Desa Kalaan.

Di perjalanan, hujan turun lagi. Walau begitu, canda tawa menghangatkan suasana. Keceriaan mereka karena air yang turun dari awan itu menyirami lokasi lokasi Rehab DAS yang mau dikerjakan.

Penanaman menjadi lebih mudah. Hujan dan angin membuat permukaan waduk bergelombang agak tinggi. Sehingga Iaju kelotok melambat. Juru mudi pun harus ekstra hati-hati.

Sekitar1,5 jam mengarungi danau dikelilingi perbukitan, tibalah di Kalaan.

Rombongan bergegas ke rumah H Mahdian, penyedia bibit tanaman. Di sini seluruh kru menginap, sekaligus bersilaturahmi dan sosialisasi kegiatan dengan warga.

Keesokan hari, Selasa (17/12/2019) pagi, semua pegiat dan pengawas Rehab DAS berkumpul dan bersiap menuju lokasi penanaman. Jaraknya sekitar 7 km dari desa Kalaan. Naik motor trail bisa ditempuh 30 menit.

"Sesuai instruksi Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, IPPKH diminta segera melakukan penanaman di lokasi Rehab DAS masing-masing,“ kata Yusuf Yuliadi, dari BIB.

Selain itu, lanjut dia, IPPKH berkoordinasi dengan pengawas Rehab DAS dari Tahura SA untuk melaksanakan penanaman. (banjarmasinpost.co.id /AOL)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved