Berita Banjarmasin
Cewek Cantik Ini Suka Menulis Puisi Gara-gara Sering Ikut Hadiri Acara Sastra
Lingkungan keluarga yang suka membaca buku, membentuk kebiasaan positif bagi gadis satu ini yang juga termotivasi
Penulis: Salmah | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lingkungan keluarga yang suka membaca buku, membentuk kebiasaan positif bagi gadis satu ini yang juga termotivasi untuk mengisi waktu dengan membuka-buka bahan bacaan.
Saat sekolah SD, Adinda Fitriana Haqiqi sudah akrab dengan buku. Dimulai buku anak-anak hingga berlanjut dengan buku remaja antara lain jenis fiksi.
"Saya suka membaca buku fiksi, macam novel, buku-buku motivasi dan buku-buku puisi," ujar Dinda yang lahir di Banjarmasin, 5 Januari 2003.
Buku non fiksi juga ia sukai, bahkan jenis ini setiap hari ia baca karena ia seorang pelajar SMA yang perlu pengetahuan dan wawasan luas.
• Bintang Eiffel Im in Love Saphira Indah Meninggal saat Hamil, 16 Artis Indonesia Berpulang di 2019
• Sopir Taksi Online Ini Incar Wanita Kesepian, Sudah Rekam Video Seks dengan 14 Penumpangnya
• VIRAL Bercinta Sejak Sekolah 8 Tahun Lalu, Kini Sudah Gendong Bayi, Postingnya Ungkapkan Fakta Ini
"Kalau membaca buku fiksi hanya di kala senggang atau hari libur, ya durasinya 2-3 jam lah sehari," papar Dinda yang juga hobi travelling dan berenang.
Buku yang spesial menurut Dinda adalah yang berjudul Belajar Hidup dari Rumi. Buku ini itu berisi serpihan-serpihan puisi.
"Di dalamnya juga terdapat banyak sekali motivasi yang dapat membangun kepribadian. Kata-kata yang ada di dalam buku itu sangat mendalam," jelasnya.
Putri dari Fitryani dan Masdulhak Abdi ini dalam hal puisi tak hanya suka membacanya tapi juga sudah mulai menulis puisi sendiri.
"Dinda suka ikut papah kalo lagi ada acara-acara sastrawan, dari situ Dinda belajar gimana cara baca puisi, bikin puisi, teater dan lain-lain," ungkapnya.
Sang papah juga membimbing putrinya itu cara membaca puisi, bagaimana menulis puisi dan berbagai hal seputar dunia puisi.
Karya puisi Dinda biasanya tentang apa yang Dinda rasakan, antara lain pengalaman pribadi dan hal-hal yang keseharian yang ia lihat dan cermati.
"Saat menulis puisi saya bisa mengungkapkan apa yang dirasakan. Terus nanti kalau kita baca lagi di lain waktu, bakal ngingetin kita saat puisi itu ditulis saya lagi kenapa sehingga ada memorinya," tukas Dinda.
Dinda yang merupakan Wakil II Diyang Tanjung 2019, memang banyak prestasinya di bidang sastra khususnya puisi.
Dinda pernah Juara 3 membaca puisi Lamonta 2013, Juara 1 lomba baca puisi kategori the Next Kartini Competition 2014.
Juara 1 cipta puisi FL2SN SMP tingkat provinsi 2015, Juara 1 baca puisi FL2SN SMP tingkat kabupaten 2017.
Juara 2 lomba baca puisi ad-durrun nafis 2017 tingkat SMP/SMA se-Kabupaten Tabalong, Juara 2 lomba baca puisi islami ad-durrun nafis 2018 tingkat SMP/SMA se-Kabupaten Tabalong.
Juara 1 baca puisi FL2SN SMA tingkat kabupaten 2019. Juara 1 lomba baca puisi perjuangan tingkat SMA se-provinsi Kalsel 2019. Dan prestasi dbidang literasi lainnya.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/adinda-fitriana-haqiqi.jpg)