Breaking News:

BPost Cetak

Eliana Tak Malu Disebut Prasejahtera, Dinsos Akan Bikin Dua Stiker

Di kaca jendela depan rumahitu terlihat sejumlah stiker. Stiker paling besar bertuliskan “Keluarga Pra Sejahtera”.

Editor: Hari Widodo
BPost Cetak
BPost Edisi Minggu (22/12/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Rumah kayu itu terlihat sudah berumur. Catnya kusam. Sejumlah bagian terlihat lapuk. Di kaca jendela depan rumah terlihat sejumlah stiker. Stiker paling besar bertuliskan “Keluarga Pra Sejahtera”.

Pada stiker tersebut juga ada tulisan empat kategori bantuan yakni Penerima KKS, KIS, PKH dan Rastra. Masing-masing kolom dicentang.

Itulah kediaman Eliana, warga Jalan Sutoyo S Gang Suryanata Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Saat ditemui, Sabtu (21/12) siang, Eliana membenarkan stiker tersebut ditempel petugas karena mereka merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial.

Mengenai empat kategori bantuan yang dicentang di stiker tersebut, Eliana mengaku menerima dengan lancar.

Daftar Kata Mutiara untuk Ucapan Selamat Hari Ibu 2019, Update Status via IG, FB, WA dan Twitter

Ajaib, Terjun ke jurang sedalam 20 meter di Pacitan, Penumpang Minibus Ini Selamat

Heboh, Sosok Bercadar Lahirkan Bayi di Kamar Mandi Sekolah, Rahasiakan Pria yang Menghamili

Duel dengan Terduga Teroris di Jambi, Anggota Densus 88 Terluka 6 Tusukan

Tergiur Tuyul Pengganda Uang, Waria Ini Tertipu hingga Setorkan Rp 20 Juta

“Iya, alhamdulillah saya beserta anak-anak sangat terbantu. Karena hanya bantuan ini yang menjadi gantungan saya bersama keluarga,” ungkapnya.

Untuk diketahui, hampir 2.000 KPM di Jombang, Jawa Timur, mundur dari Program Keluarga Harapan (PKH) karena malu rumahnya ditempeli stiker. Hal ini juga terjadi di banyak daerah lainnya.

Disinggung mengenai keberadaan stiker yang melekat di depan rumahnya, Eliana mengaku sedikit pun tidak risih apalagi malu. Ia justru berterima kasih kepada pemerintah.

“Oh stiker ini? Memang sudah lama kok dipasang atau sejak saya pertama kali menerima bantuan. Ini kan sebagai penanda keluarga-keluarga yang memang tidak mampu dan mendapatkan bantuan oleh pemerintah. Jadi karena saya termasuk salah satu di dalamnya, buat apa malu,” katanya.

Hal senada diungkap Butet warga Jalan Antasan Kecil Timur Kecamatan Banjarmasin Utara, yang mendapatkan bantuan PKH sejak setahun lalu. Butet justru mempertanyakan kondisi sebenarnya KPH yang mengundurkan diri saat rumahnya ditempeli stiker.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved