Kuliner HST

Inilah Balikuhai, Kue Zadul dan Langka yang Digemari Warga Hulu Sungai Tengah

Banua Anam, terkenal dengan kulier tradisionalnya. Masing-masing punya kue dan masalah khas. Kue khas kali ini, adalah balikuhai

Inilah Balikuhai, Kue Zadul dan Langka yang Digemari Warga Hulu Sungai Tengah
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kue Balikuhai khas Barabai 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Banua Anam, terkenal dengan kulier tradisionalnya. Masing-masing punya kue dan masalah khas. Kue khas kali ini, adalah balikuhai, yang dalam bahasa Indonesia artinya kue yang dibalik-balik, kemudian diberi percikan kocokan telur campur mentega. Adanya di Pasar Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kue ini terbilang kue zama dulu, atau zadul.

Tak semua orang HST sendiri pernah mencicipi kue khas ini, karena memang pembuatnya sudah langka. Di Pasar Barabai sendiri, pedagang kue balikuhai ini hanya dua rang. Dia adalah Hj Suhrahi, yang berjualan di sela los pasar sembako. Sudah 15 tahun Suhrah membuat kue balikuhai, resep warisan turun temurun.

Saat banjarmasinpost.co.id ke pasar untuk membeli kueh tersebut, awalnya kesulitan menemukan pedagangnya. Namun, saat bertanya dengan para pedagang beras dan sembako, mereka langsung memberikan petunjuk arah. Meski berjualan di lokasi yang agak jauh ke dalam, wadai balikuhai tetap dicari dan diburu penyuka kue tradisional.

LIVE Bein Sports 1! Live Streaming TV Online Real Madrid vs Bilbao di Liga Spanyol, Kejar Barcelona!

Aksi Hamburkan Uang Ayu Ting Ting Bareng Ayah Rozak, Rekan Ruben Onsu Nyawer ke Para Pegawai

LINK MOLA TV! Live Streaming Watford vs Manchester United di Liga Inggris, Siaran Langsung TVRI

“setahu saya di Barabai ada dua orang yang bikin kue ini. Satunya dari Pantai Hambawang, jualannya di pasar subuh. Di tempat lain tidak ada,” kata Merry menyuka balikuhai.

Balikuhai terbuat dari tepung beras, yang dicampur dengan gula aren plus rempah jenis adas sehingga rasanya sangat khas. Adapun cara membuatnya, dimasak dengan wajan berbentuk segi empat dan bermotif kotak, kemudian dipanggang di atas kompor beberapa menit.

Selama proses memasak tersebut, adonan gula, tepung plus rempah tadi dipercikkan telur kocok dan mentega menggunakan daun pandan.

Selanjutnya wajam bertangkai panjang tersebut di bolak balik. “Karena sering dibolak balik, namanya balikuhai,”tutur Suhrah, soal nama unik kue tersebut dan maknanya dalam bahasa Banjar.

Hj Suhrah sedang membuat kue balikuhai di Pasar Barabai
Hj Suhrah sedang membuat kue balikuhai di Pasar Barabai (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Selain menjual langsung ke pengujung pasar, wadai balikuhai juga bisa dipesan sebagai oleh-oleh khas pasar Barabai selain apam.

“Sering ada yang pesan untuk bawa oleh-oleh ke Banjarmasin. Bahkan ke pulau Jawa. Karena kue ini cukup awet sampai lima haraian masih tidak berubah rasa,”kata Suhrah.

Untuk haraganya, sangat terjangkau. Satu wajan, terdiri empat kue Rp 3.000. Dibungkus daun pisang dimakan selagi hangat, lebih lezat. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved