Kebakaran di Rantauan Darat

Terungkap Sosok Pria yang Tewas Terpanggang di Rantauan Darat, Pediam dan Dekat dengan Keluarga

Tepat pukul 13.00 Senin (23/12/2019) tadi sebuah mobil PMK Pasar Kuripan nampak bertolak dari halaman Kamar Pemulasaraan RSUD Ulin Banjarmasin.

banjarmasinporst.co.id/ahmad rizky abdul gani
Mobil pembawa jenazah satu dari dua korban jiwa musibah kebakaran, Firmansyah saat hendak bertolak dari kamar pemulasaraan RSUD Ulin Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tepat pukul 13.00 Senin (23/12/2019) tadi sebuah mobil PMK Pasar Kuripan nampak bertolak dari halaman Kamar Pemulasaraan RSUD Ulin Banjarmasin.

Diiringi dengan bunyi sirine, itu menyusul telah dibawanya seorang jenazah yang merupakan satu dari dua korban meninggal dunia atas musibah kebakaran di Jalan Rantauan Darat RT 20 Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Ya, dia adalah Firmansyah, seorang warga Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala yang sebelumnya merantau ke kota Banjarmasin. Hidup seorang diri, korban sebelumnya juga merupakan seorang penjual jasa pangkas rambut tidak jauh dari tempat kejadian.

Hal itu diungkapkan oleh Kakak angkat korban, Novi saat ditemui Banjarmasinpost.co.id di depan pemulasaraan RSUD Ulin Banjarmasin.

Raffi Ahmad Kecelakaan & Ucap Ini! Nagita Slavina Sampai Tertegun, Ibunda Rafathar : Astaghfirullah

Dua Tewas Terpanggang saat Kebakaran di Rantauan Darat Banjarmasin, Ditemukan dalam Posisi Sujud

Sinyal Ayu Ting Ting Buka Hati untuk Didi Riyadi? Drummer Band Element Ini Sebut Ayu Menggemaskan

Novi juga mengaku sangat tidak menyangka atas kabar duka yang menimpa adik angkatnya. Terlebih ketika mendengar musibah kebakaran Senin dini hari tadi, ia semula tidak mengira korban yang belakangan disebut-sebut bernama Rahmat justru adalah Firmansyah.

" Iya tadi malam memang mendengar kalau ada korban jiwa kebakaran di lokasi itu. Cuman karena mendengar nama korban adalah Rahmat, jadi saya pikir bukan Firman," ujarnya.

Hingga keyakinan itu kuat setelah ia dapat kabar duka oleh suaminya. Adik angkatnya,, Firmansyah tersebut telah meninggal dunia. Ia terpanggang di dalam sebuah kosan dalam kondisi bersujud.

" Iya posisi sujud, mungkin dalam kondisi sudah pasrah saat itu. Tapi sebetulnya yang paling jelas melihat adalah suamo saya," ujarnya.

Lebih lanjut, Novi sendiri mengaku Firmansyah semasa hidupnya merupakan sosok yang sangat dekat dengan keluarganya. Ia terakhir bertandang ke rumahnya sekitar sebulan yang lalu.

" Orangnya memang tidak banyak omong. Di sini dia memang seorang diri merantau dari Anjir Pasar bekerja buka usaha pangkas rambut dari dulunya di Palangkaraya, kemudian pindah ke Banjarmasin. Itu pun belum sampai satu tahun," ceritanya.

Novi juga mengatakan tas bertolaknya mobil ambulan yang membawa jenazah adik angkatnya Senin siang tadi, rencananya akan dibawa ke Anjir Pasar. Ia akan dikebumikan di sana, sesuai permintaan keluarga.

" Iya rencananya kami juga ingin ke sana ini," tutup Novi, sembari pamit ke Banjarmasinpost.co.id. (banjarmasinpost.co.id/gha)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved