Berita Kesehatan

Cara Melunakan Anak yang Keras, Psikolog ULM Sebut Ortu Perlu Bernegosiasi

Pada dasarnya seorang anak memiliki temperamen berbeda-beda antara anak yang satu dengan anak lainnya, sehingga kita bisa menemukan berbagai sifaf

Cara Melunakan Anak yang Keras, Psikolog ULM Sebut Ortu Perlu Bernegosiasi
net
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pada dasarnya seorang anak memiliki temperamen yang berbeda-beda antara anak yang satu dengan anak lainnya, sehingga kita bisa menemukan berbagai sifat dalam diri setiap anak.

Rika Vira Zwagery Psikolog ULM, mengatakan, perkembangan sifat dalam diri seorang anak secara umum dipengaruhi oleh dua hal, yaitu faktor bawaan atau warisan genetik yang diturunkan dari orangtua dan faktor lingkungan yaitu yang terbentuk dari proses anak tersebut dengan lingkungannya.

Anak yang keras seringkali terbentuk karena faktor lingkungan, walaupun tidak menutup kemungkinan faktor genetik juga turut mempengaruhi.

Orangtua yang memiliki anak dengan sifat keras perlu memberikan perlakuan yang berbeda. Anak yang keras tidak dapat diperlakukan dengan keras pula, karena perilaku orangtua yang keras dapat membentuk sikap keras pada anak.

"Anak merupakan peniru ulung dan orangtua merupakan contoh terbaik bagi seorang anak. Oleh karena itulah, orangtua perlu memberikan contoh perilaku positif yang harus dikuasai oleh anak," jelas Rika.

VIRAL Facebook, Driver Ojol Bawa Kabur Orderan Notebook Senilai Rp 22 Juta, Gojek: Itu Driver Kami!

Kejanggalan Penangkapan 2 Penyerang Novel, Tim Advokasi: Ditangkap atau Menyerahkan Diri?

Hasil Lengkap Boxing Day Liga Inggris Pekan 19, Manchester City Korban Comeback Monster Traore

Misalnya orangtua tetap bersikap tenang ketika ia berada pada situasi yang tidak diinginkan. ketika orangtua menunjukkan sikap yang tenang, maka anak secara tidak langsung belajar untuk bersikap tenang ketika berada pada situasi yang tidak menyenangkan baginya.

Selain itu, orangtua juga dapat mengajak anak untuk bernegosiasi dengan menyediakan berbagai pilihan yang dapat dia pilih dengan cara yang baik.

Anak yang keras seringkali akan teguh pada keinginannya, namun orangtua dapat memberikan pilihan kepada anak agar anak belajar untuk bernegosiasi dengan keinginan.

Psikolog ULM, Rika Vira Zwagery.
Psikolog ULM, Rika Vira Zwagery. (Istimewa)

Orangtua juga dapat menerapkan disiplin positif. Disiplin positif merupakan salah satu upaya untuk membentuk perilaku anak tanpa menggunakan kekerasan dengan menekankan pada komunikasi efektif dan mengajarkan anak untuk memahami konsekuensi dari perilaku mereka.

Misalnya orangtua dapat mengajarkan pada anak bahwa sikap keras bukan sikap yang baik dengan cara memberikan penjelasan, menentukan batasan perilaku yang boleh dan mendiskusikan konsekuensi dari perilaku kerasnya dengan cara yang penuh kasih sayang, bukan dengan cara kekerasan.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved