Dampak Badai di Kalsel

Bukan Puting Beliung, Begini Penjelasan BMKG Soal Bencana Alam yang Landa Kalsel Minggu Dinihari

Angin puting beliung merusak 27 rumah di Desa Keliling benteng ulu dan desa antasan Sutun, Kecamatan Martapura barat, Kabupaten Banjar

Banjarmasinpost.co.id/Nia kurniawan
Pembakal desa antasan Sutun Samsul Khair, tampak sibuk menelepon di tengah bangunan yang porak-poranda 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Angin puting beliung merusak 27 rumah di Desa Keliling benteng ulu dan desa antasan Sutun, Kecamatan Martapura barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (29/12) sekira pukul 01.00 WITA.

Merusak 10 rumah di Desa Keliling Benteng ulu dan 17 rumah di Desa Antasan Sutun. Berikut analisa pihak Prakirawan Muhammad shaa imul qadri Badan meteorologi klimatologi dan Geofisika stasiun meteorologi kelas 2 Syamsudin Noor.

Dia mengatakan hujan deras disertai angin kencang yang terjadi dikarenakan terdapat massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di wilayah Kalimantan selatan, selain itu ditambah adanya pola angin konvergensi (terjadinya pertemuan dua massa udara atau lebih yang menuju wilayah yang memiliki tekanan udara yang lebih rendah) di wilayah Kalimantan selatan.

Rumah Porak-poranda Dihantam Angin Kencang, Korban Berharap Bantuan Terpal dan Bahan Bangunan

SESAAT LAGI Link Mola TV! Live Streaming Liverpool vs Wolves Liga Inggris, Tak Live TV Online TVRI

Heboh Medina Zein Diamankan Polisi, Soal Suami Zaskia Sungkar, Irwansyah atau Narkoba Ibra Azhari?

"Membuat penumpukan masa udara diwilayah tersebut sehingga mengakibatan pertumbuhan awan konvektiv (awan penghasil hujan) di daerah konvergensi sendiri umumnya keadaan cuaca sekitar akan sangat buruk seperti hujan deras dan angin kencang , bahkan hujan bisa berlangsung dalam waktu yang cukup lama karena terbentuk pumpunan awan atau awan dalam sebaran yang luas dan awan tunggal yang berukuran sangat besar, fenomena pembentukan awan ini sudah sangat umum bagi dunia penerbangan, sebagai awan yang patut diwaspadai, untuk kejadian di martapura barat sendiri bukan puting beliung melainkan angin kencang yang diakibatkan oleh awan cumulonimbus," ucap Muhammad shaa imul qadri.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved