Breaking News:

Berita Tanahlaut

30 Jiwa Meninggal di Jalan Tanahlaut Sepanjang 2019, Ini Pesan Kapolres Jelang Libur Tahun Baru 2020

Kapolres Tanahlaut AKBP Cuncun Kurniadi mengatakan di 2019 terjadi penurunan jumlah jiwa yang meninggal di jalan wilayah Kabupaten Tanahlaut

Penulis: Milna Sari | Editor: Didik Triomarsidi
Humas Polres Tanahlaut
Kapolres Tanahlaut AKBP Cuncun Kurniadi saat press release cacatan akhir tahun Polres Tanahlaut, Senin (30/12/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Jelang libur tahun baru 2020 Polres Tanahlaut mengingatkan untuk lebih berhati-hati di jalan.

Terlebih Kabupaten Tanahlaut menjadi salah satu daerah dengan destinasi wisata alam favorit warga Kalsel.

Kapolres Tanahlaut AKBP Cuncun Kurniadi mengatakan di 2019 terjadi penurunan jumlah jiwa yang meninggal di jalan wilayah Kabupaten Tanahlaut. Jika di 2018 ada 41 jiwa yang TMD, turun menjadi 30 jiwa di 2019.

Memang ungkap AKBP Cuncun kasus laka lantas di 2019 turun yakni 47 kasus, sementara di 2018 ada 53 kasus.

Namun untuk korban yang mengalami luka berat bertambah menjadi 13 orang, sementara di 2018 ada tujuh orang.

Ruben Onsu Pergoki Betrand Peto Lakukan Ini di Kamar Mandi, Suami Sarwendah Geleng-geleng Kepala

Pernikahan Luna Maya Disebut Terjadi di 2020, Ini Pengakuan Eks Ariel NOAH Soal Pria yang Dekatinya

Tindak Pidana Tertinggi di Tabalong Selama 2019 Kasus Narkoba, Kapolres Ungkap Jumlahnya

"Kita terus berupaya agar angka kasus laka lantas dan meninggal dunia ini bisa lebih ditekan," ujarnya dalam press release cacatan akhir tahun Polres Tanahlaut, Senin (30/12/2019).

Pihaknya akan terus menyiagakan Satlantas dan Polsek-polsek di Tanahlaut agar terus memberikan imbauan untuk terus waspada saat berkendara.

Jelang libur tahun baru Polres Tanahlaut juga sudah memasang spanduk peringatan kepada pengendara agar lebih berhati-hati saat berkendara. Spanduk dipasang di banyak titik di Jalan A Yani hingga menunu destinasi wisata dan menuju daerah tetangga.

Selain kasus kecelakaan kasus kriminal di tahun 2019 juga menurun sebanyak 180 kasus dengan tersangka 11 orang di banding tahun 2018 sebesar 217 kasus dengan tersangka 191 orang.

Sementara pada kasus narkoba tahun 2019 ada 124 kasus dengan barang bukti 498,34 gram sabu, 74 butir ektasi,dan uang Rp 12 juta lebih, dan jumlah tersangka 146 orang laki-laki serta 8 orang perempuan. Berbeda dengan UU Kesehatan ada dua kasus, dan dua orang tersangka.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved