Berita Kotabaru

Bus Pariwisata Nyaris Masuk Jurang, Mundur Lantaran Tidak Bisa Menanjak ke Puncak Meranti Kotabaru

Mobil bus wisata membawa 20 orang wisatawan nyaris masuk jurang. Kejadian kecelakaan tunggal nyaris merenggut korban jiwa itu terjadi di lokasi wisata

Bus Pariwisata Nyaris Masuk Jurang, Mundur Lantaran Tidak Bisa Menanjak ke Puncak Meranti Kotabaru
Istimewa
Penumpang saat mendapat perawatan akibat mobil bus wisata membawa 20 orang wisatawan nyaris masuk jurang di lokasi wisata Hutan Meranti, Senin (30/12/2019) sore. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Mobil bus wisata membawa 20 orang wisatawan nyaris masuk jurang. Kejadian kecelakaan tunggal nyaris merenggut korban jiwa itu terjadi di lokasi wisata Hutan Meranti, Senin (30/12/2019) sore.

Beruntung dalam insiden itu, bus ditumpangi para wisatawan dari karyawan ATK Banjarmasin, tidak sempat masuk jurang karena terhalang pohon yang berada di pinggir jalan tanjakan wisata Meranti.

Sebelum tertahan oleh pohon, bus dikemudikan Ardiansyah (42), warga Jalan A Yani, Km 6,5 Banjarmasin tersebut lebih dulu menabrak besi pembatas jalan.

Tabiat Asli Iis Dahlia Dibongkar Tetangga Setelah Rumah sang Penyanyi Dangdut Diserbu Driver Ojol

Rahasia Aurel Hermansyah Dibongkar Ashanty ke Atta Halilintar, Bukti Restu Istri Anang Hermansyah?

Tanah Longsor Tutup Badan Jalan di Wilayah Mentewe Kabupaten Tanahbumbu

Diperoleh informasi, kejadian berawal ketika bus ingin naik ke puncak wisata Hutan Meranti. Saat berada di tanjakan, mobil tidak bisa naik. Meski pengemudi menggunakan gigi satu.

Untuk membantu bos bisa melewati tanjakan, sopir mencoba memasukan gigi dua. Namun tetap tidak bisa, hingga mobil pun berjalan mundur. Walau sopir berusaha menggunakan rem kaki dan tangan.

Hal itu dikemukan Kasat Lantas Polres Kotabaru AKP Lendra Ambarsari dikonfirmasi melalui telepon genggamnya kepada banjarmasinpost.co.id.

Menurut Lendra, akibat kejadian itu selain sekitar 17an orang penumpang mengalami luka lecet. Seorang di antaranya mengalami patah kaki sebelah kanan.

"Untung terhalang pohon. Kalau tidak mobil masuk jurang. Untuk korban sudah di rumah sakit diberikan perawatan," ujar Lendra.

Meski demikian, ditegaskan Lendra, agar kejadian tidak kembali terulang. Meminta kepada pengelola wisata Hutan Meranti, Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Utara tidak lagi mengizinkan mobil bus naik ke puncak Meranti.

"Kejadian ini yang pertama dan terakhir. Saya tidak mau lagi kejadian seperti ini terulang kembali. Saya sudah sampaikan itu ke pengelola. Untuk sopir kami amankan 1x24 jam," tegas Lendra.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup sekaligus pihak pengelola wisata Hutan Meranti, Arif Fadilah mengatakan, terkait kejadian tersebut pihaknya secara singkat sudah melakukan diskusi dengan petugas dan kapolsek saat di lapangan mengenai solusi ke depan.

"Besok akan kami intensifkan lagi diskusinya besok. Dan, meminta pendapat teman-teman melaksanakan tugas di lapangan," kata Arif.

Selain meminta masukan petugas yang bertugas di Hutan Meranti, karena lebih mengetahui. Mobil bus yang sering naik ke puncak Meranti kebanyakan mereka yang dari luar daerah.

"Kalau parkir di bawah, lahan parkirnya yang kurang. Jadi masih dicarikan solusi lebih pas supaya pengunjung juga tidak kecewa. Makanya besok didiskusikan lagi dengan beberapa pertimbangan lah. Jadi sifatnya belum final," tandas Arif.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved