Berita Banjarbaru

Diminta Update, BPBD Kalsel Minta Laporan Debit Air Sungai Tiap Daerah Setiap 1 Jam Sekali

Jika satu daerah ditetapkan dalam kondisi darurat banjir, maka Satuan Tugas (Satgas) BPBD di daerah tersebut diminta memoto atau melaporkan debit air

Diminta Update, BPBD Kalsel Minta Laporan Debit Air Sungai Tiap Daerah Setiap 1 Jam Sekali
banjarmasinpost.co.id/nurkholis huda
Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin ketika berikan penjelasan soal evaluasi Karhutla dan antisipasi bencana banjir cuaca ektreem di Kalsel, 2019 di Aula Abrani Sulaiman, Senin (30/12/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Jika satu daerah ditetapkan dalam kondisi darurat banjir, maka Satuan Tugas (Satgas) BPBD di daerah tersebut diminta memoto atau melaporkan debit air sungai setiap satu jam.

"Kalau yang saat ini dilaporkan masih dua kali sehari. Yakni pagi dan Sore. Jika banjir mulai maka diminta tiap jam update foto dan penjelasan naiknya debit air di sungai," tegas Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin ketika evaluasi Rapat Koordinasi dan Evaluasi Karhutla 2019, Antisipasi Bencana Banjir dan Cuaca Ekstrem tahun 2020 di wilayah Kalsel bertempat di ruang rapat H Abrani Sulaiman Sekda Provinsi Kalsel Kota Banjarbaru, Kalsel, Senin (30/12/2019).

Dijelaskan Wahyuddin, untuk Banjir sudah sampaikan bahwa ada 4 Kabupaten telah kanaikan status menjadi siaga darurat Bencana banjir, yakni Kabupaten HSS, Tapin, Banjar dan Batola.

Untuk Provinsi Kalsel tanggal 2 Januari 2020 rencananya juga akan menaikkan status siaga darurat Bencana banjir.

Ruben Onsu Pergoki Betrand Peto Lakukan Ini di Kamar Mandi, Suami Sarwendah Geleng-geleng Kepala

Ayu Ting Ting Kenang Kemesraan Bareng Boy William, Teman Didi Riyadi Lakukan Hal Ini

Catat! Ini Daftar Libur Nasional Sepanjang 2020, Mau Liburan? Berikut Cara Mandapatkan Tiket Murah

"Antisipasi banjir kami telah menyiapkan satgas bencana banjir dan sudah memetakan tempat-tempat untuk warga yang terkena musibah bencana banjir, Melakukan peninjauan ke sungai dan jembatan yang banyak sampah-sampah, lalu meninjau got-got selokan dan juga peninjauan peralatan seperti Early Warning System (EWS) (sinyal yang memberi tahukan jika debit air naik), " kata dia.

Daerah rawan di aliran sungai atau das di kabupaten Balangan dan kabupaten Tabalong, dua itu yang kemungkinan dari tahun ke tahun rawan. Nanti bulan lain di daerah tanah laut, tanah bumbu, dan Kotabaru,

" Kami lebih menekankan bahwa upaya-upaya yang dilakukan, itu adalah bagaimana Pemda sudah melakukan normalisasi sungai, jadi sungai itu bertahun-tahun tidak dilakukan pengerukan akan dikeruk lagi, yang resapannya sudah hilang dibikin biopori resapan yang dibuat lobang agar tidak langsung ke jalan atau dibikin embung, sedangkan jangka panjangnya dilakukan reboisasi agar air hujan bisa meresap, " jelas Wahyuddin.

Sedangkan antisipasi banjir di daerah perkotaan, ruko atau toko diharapkan tidak menyemen halamannya, pakai bata pres saja agar air bisa meresap, agar air tidak langsung menuju ke jalan dan menyebabkan banjir di Kota.

"Kami meningkatkan respon time, dengan memberlakukan call center lewat 122 berlaku 2 Januari 2020 mulai diterapkan," sebutnya.

Adapun Sekda Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Haris Makkie, menambahkan dalam mencegah bencana alam memerlukan langkah antisipasi untuk mengkoordinasikan itu. Terkait Karhutla disamping koordinasi ditingkatkan, juga harus ada edukasi kepada masyarakat baik individu perorangan, maupun korporasi (kelompok).

"Harus dilakukan lebih instens lagi penyampaiannya kepada masyarakat, penegakan hukum itu penting tetapi sebelum itu sebaiknya dilakukan edukasi dan kedekatan," ucapnya.

Diuraikan Sekda, Pemprov Kalsel ini dari tahun ke tahun selalu menanggulangi bencana. Belum sampai tahap secara teknis atau ilmiah dan teknologi bisa dilakukan terhadap penanggulangan Karhutla khususnya di lahan gambut.

"Kita pasti tidak ingin setiap tahun seperti itu terus, kemampuan penanganan bencana harus diperkuat sehingga dalam penanganannya lebih cepat lebih baik dan tepat sasaran," ujarnya.

Ia meminta untuk penanggulangan bencana di wilayah Kalsel agar seluruh pihak terkait mampu berkoordinasi dan melakukan pemetaan tugas masing-masing dalam mengantisipasi bencana diharapkan melakukan langkah koordinasi dengan baik. (banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved