Berita Banjarbaru

Pencurian Masih Mendominasi Kasus Kriminalitas di Banjarbaru Sepanjang Tahun 2019, Berikut Datanya

Tingkat kriminalitas di Banjarbaru selama 2019, lebih didominasi dengan kasus pidana umum semisal pencurian.

Pencurian Masih Mendominasi Kasus Kriminalitas di Banjarbaru Sepanjang Tahun 2019, Berikut Datanya
banjarmasinpost.co.id/nurkholis huda
Rilis Akhir tahun 2019 di Banjarbaru disampaikan oleh Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi, didampingi jajarannya di Mapolres Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Tingkat kriminalitas di Banjarbaru selama 2019, lebih didominasi dengan kasus pidana umum semisal pencurian. Dimana dari hasil rekap Polres Banjarbaru terungkap bahwa 32 persen di dominasi pencurian.

“Kasus yang dominan meningkat pada Tahun 2019 yaitu curanmor, penggelapan, penganiayaan dan Persetubuhan terhadap anak, " kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Senin (30/12/2019) diacara rilis akhir tahun 2019 di Mapolres Banjarbaru.

Diuraikannya bahwa untuk pencurian sepanjang tahun ini paling besar pencurian dengan pemberatan (Curat) 107 kasus dari 328 kasus selama Januari- November 2019.

Tabiat Asli Iis Dahlia Dibongkar Tetangga Setelah Rumah sang Penyanyi Dangdut Diserbu Driver Ojol

Rahasia Aurel Hermansyah Dibongkar Ashanty ke Atta Halilintar, Bukti Restu Istri Anang Hermansyah?

Sampai Akhir Tahun 2019, Pengusaha Walet Batola Tak ada yang Bayar Pajak, Ini Penyebabnya

Dia membandingkan antara kasus kriminal umum ini lebih banyak jika dibandingkan dengan kasus narkotika.

"Jika pidana umum itu totalnya 328 sedangkan kasus narkoba sebanyak 169 kasus," jelas AKBP Doni Hadi.

Sementara Kasat Rekrim Polres Banjarbaru, AKP Ariansyah menambahkan jika dia melihat kasus pencurian ini mendominasi memang.

"Jika melihat pemicunya saya rasa faktor ekonomi, ada yang residivis dan yang muda-muda kebanyakan pelaku baru," kata AKP Ariansyah.

Karena itu dia berharap, kepada warga hendaknya berhati hati kepada situasi apapupun jangan sampai mengundang kesempatan dari pelaku pencurian.

Pihaknya menyadari bahwa selama dua tahun belakang ini, permasalahan di tindak pidana dan permasalahan sosial lainnya terbantu dengan hadirnya aplikasi Pelayanan Publik melalui APLIKASI SiHarat.

"Selain laporan cepat sampai sehingga tim kepolisian bisa cepat bergerak, dan Indentitas pelapor juga terlindungi," kata dia.

Dijelaskan dia, selama 2 Tahun berjalannya aplikasi SIHARAT baik permasalahan pelanggaran.

Dimana pada Tahun 2018 jumlah pendownload 21.720 pengguna.

Pada saat ini Tahun 2019 sudah diunduh oleh 38,650 pengguna. (banjarmasinpost.co.id /lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved